Jakarta – Chapnews – Ekonomi – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengumumkan rencana pengetatan operasional kendaraan angkutan barang menjelang periode puncak arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan drastis ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas di tengah lonjakan pergerakan masyarakat yang masif.
Menhub Dudy menjelaskan, pengalaman dari periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menjadi dasar evaluasi. Saat itu, skema ‘window time’ diberlakukan, memungkinkan kendaraan barang beroperasi di sela-sela waktu puncak arus. Namun, skema tersebut dinilai kurang optimal dalam praktiknya.

"Setelah kita evaluasi, sepertinya windows time ini kurang efektif. Karena dalam pelaksanaannya, arus kendaraan logistik cukup besar, sehingga dikhawatirkan mengganggu kelancaran maupun keselamatan dari para pengguna jalan," ujar Menhub Dudy saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Senin (5/1/2026), seperti dikutip dari chapnews.id.
Dudy menegaskan bahwa kebijakan pengetatan ini sama sekali tidak bertujuan untuk menghambat roda perekonomian nasional. Sebaliknya, prioritas utama adalah memastikan keselamatan para pemudik dan kenyamanan seluruh pengguna jalan raya. Ia menekankan bahwa kelancaran distribusi logistik akan tetap menjadi perhatian, namun tidak mengorbankan aspek keselamatan.
Kementerian Perhubungan saat ini tengah melakukan evaluasi mendalam dari pengalaman Nataru dan akan segera merumuskan mekanisme pengaturan transportasi logistik, khususnya di jalan raya. "Bulan Januari kita harapkan sudah bisa memberikan keputusan bagaimana mekanisme pengaturan transportasi logistik khususnya di jalan," ungkapnya.
Ia menambahkan, mengingat volume pergerakan masyarakat saat Lebaran diprediksi jauh lebih tinggi dibandingkan Nataru, maka pembatasan operasional angkutan barang akan diberlakukan secara lebih ketat. "Kalau nanti di Lebaran, volumenya kan tentu akan meningkat, tentunya kita akan lebih strict terhadap pemberlakuan pembatasan. Karena yang paling penting prioritas utama kita adalah keselamatan, itu yang perlu kita tekankan," pungkas Menhub Dudy.


