Ads - After Header

Ngeri! Kapal Limbah B3 Kandas di Batam, Laut Tercemar!

Ahmad Dewatara

Ngeri! Kapal Limbah B3 Kandas di Batam, Laut Tercemar!

Chapnews – Nasional – Sebuah insiden serius yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan parah terjadi di perairan Batam, Kepulauan Riau. Sebuah kapal pengangkut limbah minyak hitam yang dikategorikan sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dilaporkan kandas pada Kamis (29/1). Akibat kejadian ini, kapal mengalami kemiringan signifikan dan sebagian besar muatannya tumpah, mencemari perairan laut sekitar.

Kapal nahas tersebut teridentifikasi sebagai LCT Mutiara Garlib Samudera GT 208. Kapal ini kandas di perairan Pulau Dongas, yang lokasinya tidak jauh dari Pulau Tangga Seribu. Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, mengonfirmasi insiden tersebut, menjelaskan bahwa posisi kapal yang miring menjadi penyebab utama tumpahnya limbah B3 ke laut.

Ngeri! Kapal Limbah B3 Kandas di Batam, Laut Tercemar!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fazzli menambahkan, informasi mengenai kejadian ini pertama kali diterima Basarnas dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam dan Pangkalan PLP Tanjung Uban. Lokasi kandasnya kapal diperkirakan berjarak sekitar 3 mil dari dermaga Pos SAR Batam yang berada di kawasan Sekupang.

Setelah menerima laporan, personel Basarnas Tanjungpinang di Batam segera bergerak cepat untuk berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. Beruntung, enam Anak Buah Kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri. Hal ini dimungkinkan karena posisi kapal yang kandas sudah mendekati Pulau Tangga Seribu. Dari hasil asesmen awal di lokasi, petugas gabungan memang menemukan adanya tumpahan limbah yang cukup luas.

Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera diketahui mengangkut 230 jumbo bag yang diperkirakan memuat ratusan ton limbah minyak hitam B3. Limbah berbahaya ini disebut berasal dari Kapal Tanker MT Nave Universe. Hingga saat ini, upaya penanganan tumpahan limbah masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah fokus pada upaya penanggulangan agar tumpahan limbah tidak menyebar lebih luas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan perizinan kapal pengangkut limbah tersebut dan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah situasi di lapangan terkendali.

Dalam operasi penanganan tumpahan limbah ini, KSOP Khusus Batam mengerahkan kapal patrolinya. Dukungan juga datang dari Pangkalan Pengawasan Laut dan Pelayaran (PLP) Tanjung Uban dengan mengerahkan Kapal KN Sarotama dan Kapal KN Rantos. Saat ini, penggelaran oil boom sedang dilakukan di sekitar lokasi kejadian untuk membatasi penyebaran tumpahan limbah minyak agar tidak meluas.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer