Ads - After Header

Ngeri! Petugas SPBU Dihajar Pria Ngaku Aparat di Jaktim

Ahmad Dewatara

Ngeri! Petugas SPBU Dihajar Pria Ngaku Aparat di Jaktim

Chapnews – Nasional – Insiden brutal yang melibatkan seorang pria mengaku aparat terjadi di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (22/2) malam. Tiga petugas SPBU menjadi korban penganiayaan, salah satunya bahkan dikejar dan diancam akan dibunuh setelah menolak mengisi bahan bakar subsidi karena prosedur yang tidak sesuai.

Lukman Hakim (19), operator SPBU yang baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK, menceritakan detik-detik mengerikan saat ia dipukul berulang kali, dikejar hingga area mess, bahkan diancam akan dihabisi nyawanya. "Saya dipukul bolak-balik. Saya lari ke belakang, ke arah fasilitas hunian sementara (mess). Dia kejar sambil bilang, ‘Lari lu, mau ke mana lu, mau mati sekarang lu?’," ungkap Lukman kepada chapnews.id di Jakarta Timur, Senin (23/2).

Ngeri! Petugas SPBU Dihajar Pria Ngaku Aparat di Jaktim
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Peristiwa bermula sekitar pukul 22.00 WIB ketika sebuah mobil mewah, yang disebut Lukman mirip Alphard, datang untuk mengisi BBM subsidi. Lukman menunggu barcode sebagai syarat pengisian sesuai prosedur Pertamina, namun kode tersebut tak kunjung ditunjukkan. Saat akhirnya ditunjukkan, Lukman menemukan ketidaksesuaian data. "Mobilnya seperti Alphard, tapi di ‘barcode’ tertulis jenis Kijang. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari Pertamina, walaupun pelatnya sama tapi kalau barcode beda, kita tidak boleh isi," jelas Lukman.

Diduga tersulut emosi karena penolakan tersebut, pria itu langsung marah-marah dan menantang para petugas. "Seperti menantang, dia bilang, ‘siapa yang berani sama saya?’," kata Lukman menirukan ucapan pelaku.

Kondisi semakin tegang ketika Lukman memanggil Ahmad Khoirul Anam, seorang staf yang telah bekerja sekitar lima tahun, untuk memastikan kebijakan pengisian. Pelaku tanpa ragu mendorong Ahmad Khoirul Anam hingga kepalanya terbentur mobil. Seorang perempuan yang berada di dalam kendaraan sempat terdengar melarang tindakan kasar itu, namun tidak dihiraukan.

Tak berhenti di situ, pelaku juga menampar staf Abud Mahmudin yang berusaha menenangkan keadaan. Lukman sempat mengira pelaku akan pergi setelah mobilnya maju, namun pria tersebut kembali turun saat ia tengah menghitung uang setoran. Saat itulah Lukman menjadi sasaran utama. "Saya dipukul bolak-balik sama dia. Nah, baru saya lari ke belakang. Lari ke mes dikejar sama dia," imbuhnya.

Dalam kepanikan, Lukman berhasil menyelamatkan diri ke Polsek Pulogadung yang lokasinya tak jauh dari SPBU. Saat petugas kepolisian datang kembali ke lokasi bersama dirinya, pelaku sudah tidak berada di tempat. Keributan itu disebut berlangsung hampir satu jam, dari sekitar pukul 22.00 WIB hingga menjelang 23.30 WIB.

Pemilik SPBU 3413901, Ernesta, mengatakan pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Pulogadung. Rekaman CCTV di area SPBU telah diamankan dan diperiksa oleh pihak kepolisian, termasuk dari Polda Metro Jaya, sebagai barang bukti. "CCTV sudah dilihat sama Polsek dan Polda. Barang buktinya ada semua. Setelah itu baru disarankan untuk buat laporan resmi," ujar Lukman.

Akibat insiden tersebut, Ahmad Khoirul Anam mengalami tamparan di pipi, Lukman Hakim dipukul di rahang kanan, dan Abud Mahmudin menderita luka di bawah mata serta pipi, bahkan satu giginya copot. Para pegawai yang terluka juga telah menjalani visum.

Menyikapi dugaan keterlibatan oknum aparat, Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya turut mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Para korban berharap kasus ini diproses secara transparan dan profesional agar memberikan rasa aman bagi para pekerja SPBU yang menjalankan tugas sesuai prosedur.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer