Ads - After Header

PBNU Memanas! Gus Yahya Siap Islah, Ultimatum Kiai!

Ahmad Dewatara

PBNU Memanas! Gus Yahya Siap Islah, Ultimatum Kiai!

Chapnews – Nasional – Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan kesediaannya untuk berislah demi keutuhan organisasi, serta berharap dapat segera bertemu dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Pernyataan tersebut merupakan respons langsung Gus Yahya terhadap ultimatum yang dilayangkan ratusan kiai, masyayikh, dan pengurus NU dari seluruh Indonesia dalam forum Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Senin (21/12).

Gus Yahya menyatakan, sejak awal dirinya telah membuka pintu lebar untuk tabayun atau klarifikasi atas berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia siap menjalani pemeriksaan melalui mekanisme apa pun, dengan menghadirkan seluruh bukti dan saksi yang relevan.

PBNU Memanas! Gus Yahya Siap Islah, Ultimatum Kiai!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Pertama, saya senantiasa terbuka untuk diperiksa dan ditabayunkan terhadap apa pun yang dituduhkan kepada saya, melalui cara apa pun, dengan menghadirkan semua bukti dan semua saksi yang diperlukan," kata Gus Yahya melalui akun Instagram resminya, @yahyacholilstaquf, Senin malam.

Lebih lanjut, Gus Yahya menekankan bahwa keinginan untuk menjaga keutuhan organisasi dan mencapai perdamaian bukanlah sikap yang baru muncul. Sejak momen pertama, ia mengaku senantiasa mendambakan islah dan siap mematuhi keputusan struktural NU selama berpijak pada kebenaran hakiki.

"Sejak detik pertama saya senantiasa menginginkan islah. Saya siap bina al-haq bina al-haq bina al-haq, bukan bina al-batil," ujarnya. Ia menambahkan, dirinya sepenuhnya taslim kepada apa yang telah disepakati oleh keputusan PWNU dan PCNU, serta tafsir dari para mustasyar.

Gus Yahya juga mengungkapkan, dirinya telah berinisiatif secara langsung membuka ruang dialog dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Upaya tersebut dilakukan segera setelah ia menerima informasi mengenai kesepakatan yang lahir dari PWNU dan PCNU dalam Musyawarah Kubro di Lirboyo hari ini.

"Begitu mendengar apa yang disampaikan dari kesepakatan PWNU dan PCNU, saya langsung mengirim pesan kepada Rais Aam, memohon waktu untuk bertemu," ucapnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pertemuan tersebut belum juga terealisasi. Gus Yahya menyatakan akan menantikan respons dari Kiai Miftachul Akhyar hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh forum tersebut, yakni 3×24 jam. "Sampai sekarang saya belum mendapatkan jawaban. Saya akan menunggu sampai 3 x 24 jam dan saya akan melaporkan hasilnya," pungkasnya.

Sebelumnya, para kiai sepuh Nahdlatul Ulama yang menginisiasi Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU melayangkan seruan tegas kepada PBNU untuk segera berislah atau mengembalikan mandat kepemimpinan. Musyawarah Kubro tersebut diselenggarakan pada Minggu (21/12) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Forum penting ini diikuti oleh ratusan kiai, masyayikh, serta pengurus NU dari berbagai penjuru Indonesia, baik secara fisik maupun daring. Tercatat setidaknya 601 peserta hadir secara langsung dan 546 peserta secara daring, yang merepresentasikan 308 PWNU dan PCNU. Beberapa kiai sepuh yang hadir antara lain KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Sirodj, KH Muhammad Nuh Addawami, dan KH Zaki Mubarok.

Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH Oing Abdul Muid atau Gus Muid, menyampaikan bahwa forum Musyawarah Kubro menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas semakin meruncingnya konflik internal di tubuh PBNU. Ia menyebut, konflik yang berlarut-larut ini dinilai telah menimbulkan dampak serius, bukan hanya bagi internal organisasi, tetapi juga terhadap kepercayaan umat dan publik kepada NU sebagai jam’iyyah diniyah ijtima’iyah. Para kiai sepuh menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Melalui forum tersebut, para alim ulama dan sesepuh NU secara eksplisit meminta Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf untuk mewujudkan islah secara sungguh-sungguh, paling lambat dalam kurun waktu 3×24 jam, terhitung sejak Ahad, 21 Desember 2025 pukul 12.00 WIB.

Jika islah gagal tercapai dalam tenggat waktu yang ditetapkan, Musyawarah Kubro mengusulkan agar kewenangan kepemimpinan diserahkan kepada jajaran Mustasyar PBNU guna menyelenggarakan Muktamar Nahdlatul Ulama Tahun 2026. Langkah ini dipandang sebagai solusi konstitusional untuk menjamin keberlangsungan organisasi.

Lebih jauh, forum tersebut juga telah menyiapkan skenario terakhir apabila mandat tidak diserahkan kepada Mustasyar. Dalam kondisi tersebut, para kiai sepuh bersepakat untuk mendorong penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB) melalui penggalangan dukungan 50 persen + 1 PWNU dan PCNU. MLB tersebut direncanakan akan diselenggarakan selambat-lambatnya sebelum keberangkatan kloter pertama jemaah haji pada tahun 2026. Adapun kepanitiaan MLB akan dibentuk dari unsur PWNU dan PCNU, dengan melibatkan elemen internal NU lainnya yang dianggap relevan.

chapnews.id masih berupaya menghubungi pihak Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar untuk mendapatkan tanggapan terkait pernyataan Gus Yahya dan ultimatum dari Musyawarah Kubro ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer