Ads - After Header

Pecah Rekor! Sektor Keuangan RI Melesat, Ekonomi Menguat!

Ahmad Dewatara

Pecah Rekor! Sektor Keuangan RI Melesat, Ekonomi Menguat!

Chapnews – Ekonomi – Sektor jasa keuangan Indonesia menunjukkan performa luar biasa di kuartal keempat tahun 2025, mencatat pertumbuhan impresif sebesar 7,92% secara tahunan (yoy). Angka ini bukan hanya sekadar statistik, melainkan menjadi laju pertumbuhan tertinggi yang pernah dicapai sejak kuartal kedua tahun 2021, menegaskan perannya yang semakin vital dalam menopang perekonomian nasional.

Kontribusi sektor keuangan terhadap ekonomi juga terus menguat. Ini terlihat dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang kini telah mencapai 184% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Peningkatan signifikan ini didorong oleh partisipasi aktif di pasar modal dan diversifikasi produk keuangan yang semakin luas, memberikan fondasi yang lebih kokoh bagi stabilitas ekonomi.

Pecah Rekor! Sektor Keuangan RI Melesat, Ekonomi Menguat!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam webinar Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Kamis (19/2/2026), mengungkapkan bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengkonfirmasi pertumbuhan 7,92% tersebut sebagai yang tercepat dalam beberapa tahun terakhir. "Data BPS menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan tumbuh sebesar 7,92% secara tahunan pada periode yang sama, yang merupakan laju pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II tahun 2021," tegas Friderica, seperti dikutip dari chapnews.id.

Friderica menambahkan, lonjakan pertumbuhan ini tak lepas dari kinerja positif beberapa subsektor kunci. Terutama, subsektor Asuransi dan Dana Pensiun, serta Penunjang Keuangan, yang berhasil bangkit dan tumbuh positif di tahun 2025 setelah sempat mengalami kontraksi dalam dua tahun sebelumnya. Kebangkitan ini menjadi indikator pemulihan dan penguatan fundamental di sektor-sektor tersebut.

Secara rinci, rasio aset dan produk keuangan yang mencapai 184% PDB tersebut terdiri dari berbagai komponen penting. Kapitalisasi pasar dan surat utang beredar menyumbang Rp24.773 triliun atau 104% dari PDB. Sementara itu, aset perbankan tercatat Rp13.889 triliun (58,3%), diikuti oleh aset sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) serta Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) sebesar Rp4.056 triliun (17%). Aset Lembaga Keuangan Pasar Modal (LKPM) mencapai Rp87,67 triliun (0,4%), dan dana kelolaan sebesar Rp1.043 triliun (4,4%).

Menatap ke depan, OJK berkomitmen untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar tetap kokoh dan adaptif terhadap tantangan global maupun domestik. Friderica menjelaskan, ada tiga kebijakan prioritas yang akan diimplementasikan untuk mencapai tujuan tersebut. Pertama, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan melalui regulasi dan pengawasan yang prudent. Kedua, pengembangan ekosistem keuangan yang semakin kontributif terhadap perekonomian riil. Dan ketiga, pendalaman pasar keuangan yang berkelanjutan, termasuk penguatan keuangan berkelanjutan yang seorientasi pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Langkah-langkah ini diharapkan dapat memastikan sektor keuangan terus menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer