Chapnews – Nasional – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara mengejutkan menawarkan bantuan kepada Gubernur Banten, Andra Soni, untuk mengatasi masalah sampah yang kian pelik di Tangerang Selatan (Tangsel). Tawaran ini disampaikan Pramono dalam sebuah kesempatan di Balai Kota Jakarta Pusat, Rabu (4/2), menegaskan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk turun tangan.
"Pak Gubernur, kalau sampahnya Tangerang Selatan belum bisa diatasi, saya bantuin, saya angkutin," ujar Pramono, mengutip pembicaraannya dengan Gubernur Banten. Ia menekankan bahwa persoalan antar wilayah tidak seharusnya diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat.

Pramono menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta memiliki kapasitas dan alat transportasi yang memadai untuk membantu proses pengangkutan sampah dari Tangsel. "Saya membayangkan kalau memang problemnya adalah transportasi, tentunya Jakarta akan punya alat transportasi yang bisa digunakan," jelasnya, menunjukkan potensi dukungan logistik.
Meskipun demikian, Pramono menegaskan bahwa urusan lokasi pembuangan akhir dan pengelolaan sampah secara keseluruhan tetap menjadi kewenangan penuh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. "Mengenai pembuangannya, ya tentunya sepenuhnya kewenangan dari Tangerang Selatan. Jadi intinya begini, kami ingin untuk saling mengisi," imbuhnya, menunjukkan semangat gotong royong antar daerah dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Tawaran bantuan ini muncul di tengah krisis sampah yang melanda Tangerang Selatan beberapa waktu terakhir. Kota tersebut menghadapi kendala serius dalam pengangkutan dan pembuangan sampah, yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, bahkan telah membentuk tim khusus untuk mempercepat pengelolaan sampah di tujuh kecamatan.
Situasi darurat sampah di Tangsel bahkan sempat memaksa pemerintah kota menetapkan status tanggap darurat pada awal Januari 2024, yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 19. Kondisi ini mengindikasikan betapa mendesaknya kebutuhan akan solusi komprehensif, dan tawaran dari DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi angin segar bagi penanganan masalah ini.



