Chapnews – Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya transparansi penggunaan dana hasil Initial Public Offering (IPO) bagi seluruh emiten. Hal ini disampaikan Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, dalam pembukaan Public Expose Live 2025, Senin (8/9/2025). Eddy menekankan bahwa seiring meningkatnya jumlah perusahaan yang terdaftar di bursa dan kompleksitas aksi korporasi, transparansi dalam penggunaan dana publik menjadi krusial. "Setiap dana yang dihimpun harus digunakan secara transparan, tepat, dan sesuai dengan tujuan yang tertera dalam prospektus," tegasnya.
Lebih lanjut, Eddy menambahkan bahwa prinsip akuntabilitas juga tak kalah penting. Manajemen perusahaan wajib bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dana publik untuk menjaga kepercayaan investor. "Manajemen harus bertindak bertanggung jawab dan menjaga kepercayaan publik," ujarnya.

Data OJK hingga 29 Agustus 2025 menunjukkan telah diterbitkannya 144 pernyataan efektif untuk penawaran umum dengan total nilai emisi mencapai Rp167,92 triliun. Langkah tegas OJK ini diharapkan dapat mencegah potensi penyimpangan dan melindungi kepentingan investor. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.


