Chapnews – Ekonomi – Menjaga kedaulatan Rupiah di tengah pesatnya perkembangan keuangan digital menjadi misi krusial. Meskipun transaksi sudah serba digital, kekuatan Rupiah tetap harus dijaga. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah.
"Infrastruktur keuangan digital yang kuat butuh kerja sama semua pihak, dari swasta, regulator, hingga pemerintah," tegas Co-Founder dan CEO IDRX, Nathanael Christian, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/6/2025). IDRX siap menjadi mitra strategis, baik dari sisi teknis, regulasi, maupun edukasi masyarakat.

Dalam forum keuangan digital global Stablecon 2025 di New York, Mei lalu, IDRX, startup Indonesia, mengangkat isu pentingnya sistem keuangan digital inklusif untuk menjaga kedaulatan Rupiah. Mereka membawa misi ini ke kancah internasional, khususnya untuk negara-negara yang tak menjadikan dolar AS sebagai mata uang utama dalam transaksi domestik.
Stablecon 2025 sendiri dihadiri oleh para pemimpin industri, regulator, dan inovator global untuk membahas teknologi finansial dan masa depan stablecoin. IDRX menjadi satu-satunya wakil Indonesia di antara raksasa finansial global seperti VISA, Revolut, Paypal, MasterCard, Ripple, Coinbase, dan Chainalysis. Kehadiran IDRX ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga kedaulatan ekonomi digitalnya.



