Chapnews – Ekonomi – Polda Riau mengungkap praktik curang distributor beras di Pekanbaru. Bayangkan, 9 ton beras SPHP oplosan beredar, membuat warga membayar lebih mahal hingga Rp9.000 per kilogram! Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, geram atas temuan ini. Ia menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat, mengingat program SPHP disubsidi dari uang negara untuk menjamin akses beras berkualitas dengan harga terjangkau.
Amran menegaskan, praktik pengoplosan ini merusak program SPHP yang dilindungi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pemerintah, lanjut Amran, tak tinggal diam. Pengawasan distribusi beras SPHP diperketat di seluruh Indonesia dengan melibatkan Satgas Pangan dan kepolisian. Ia bahkan menyinggung temuan sebelumnya: 212 merek beras di 10 provinsi bermasalah, merugikan masyarakat hingga Rp99,35 triliun per tahun!

"Kami akan terus bersinergi dengan Satgas Pangan Mabes Polri dan aparat penegak hukum lainnya untuk memastikan tidak ada lagi oknum yang bermain-main dengan pangan rakyat. Pelaku harus dihukum berat untuk efek jera," tegas Amran.
Kementan menjelaskan, beras yang ditemukan bukanlah beras SPHP asli yang dicampur, melainkan beras berkualitas rendah yang dikemas ulang dengan karung SPHP. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkap jaringan dan aktor di balik praktik ini. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapapun yang berani bermain-main dengan kebutuhan pokok masyarakat.



