Chapnews – Nasional – Pemerintah serius dongkrak perekonomian rakyat lewat pasar tradisional! Bukan cuma janji, tapi ada tiga program nyata yang langsung berdampak positif. Simak selengkapnya!
Revitalisasi pasar tradisional menjadi fokus utama. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong pemerintah daerah berpartisipasi aktif. Targetnya ambisius: 1.000 pasar direvitalisasi setiap tahun dengan suntikan dana APBN. Kabupaten Jember, misalnya, menggelontorkan Rp100 miliar untuk merenovasi 14 pasar, termasuk Pasar Tanjung. Di Jakarta, Perumda Pasar Jaya juga berbenah, mengecat ulang dan memperbaiki infrastruktur ringan di 36 pasar pada tahun anggaran 2024. Pasar Jatirawasari dan Cilincing sudah diresmikan, sementara perbaikan di Pasar Kalideres, Sumur Batu, dan Heksagon sedang berjalan. Balikpapan juga tak mau kalah, revitalisasi Pasar Klandasan fokus pada kenyamanan, keamanan, dan kebersihan. Bahkan, Pasar Terban di Yogyakarta disulap menjadi pasar modern higienis, mendapat perhatian khusus dari Wapres Gibran Rakabuming Raka, dan ditargetkan menjadi pasar ayam higienis pertama di Indonesia oleh Menteri PUPR Dody Hanggodo.

Tak hanya fisik, pemerintah juga memberikan subsidi langsung kepada pedagang. Kota Madiun misalnya, menggelontorkan Rp8,6 miliar untuk mensubsidi delapan komoditas pangan utama. Subsidi bervariasi, dari Rp2.000 hingga Rp15.000 per kilogram, untuk memastikan harga terjangkau bagi masyarakat. Pemkot Madiun juga membentuk Satgas Inflasi dan menerapkan sanksi tegas bagi pedagang nakal. Pemerintah pusat pun ikut andil, melalui operasi pasar minyak goreng dengan harga terjangkau, Rp14.000 per liter, untuk menstabilkan harga.
Kebersihan juga menjadi kunci. Kementerian Perdagangan meluncurkan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan). Program ini melibatkan berbagai pihak dalam aksi bersih-bersih dan pengelolaan sampah pasar. Pasar Tomang Barat menjadi contoh sukses program ini, sekaligus mempromosikan prinsip ekonomi sirkular. Inisiatif ini didukung penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengingat pasar rakyat menyumbang 13,49% sampah nasional. Dengan pasar yang bersih dan tertata, daya saing dan daya tarik konsumen pun meningkat. Ketiga program ini membuktikan komitmen pemerintah dalam memberdayakan pasar tradisional dan meningkatkan kesejahteraan pedagang.



