Chapnews – Ekonomi – Rapat Kerja (Raker) Komisi XII DPR RI dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Selasa (2/7/2025), berlangsung alot. Pertemuan yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, itu berfokus pada penetapan asumsi dasar sektor ESDM dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Kehadiran Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, dan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, turut mewarnai rapat krusial ini.
Bahlil Lahadalia dan jajarannya tampak serius membahas berbagai poin penting yang akan mempengaruhi proyeksi pendapatan negara dari sektor ESDM di tahun mendatang. Asumsi-asumsi yang dibahas meliputi harga komoditas energi, produksi migas, hingga potensi investasi di sektor tersebut. Sumber chapnews.id menyebutkan, perdebatan sengit terjadi terkait potensi penurunan harga komoditas global dan dampaknya terhadap penerimaan negara.

Belum ada keterangan resmi mengenai detail isi rapat dan kesepakatan yang tercapai. Namun, suasana tegang yang terpancar dari wajah para peserta rapat mengindikasikan adanya perbedaan pandangan yang cukup signifikan dalam menentukan angka-angka krusial di RAPBN 2026. Komisi XII DPR RI, sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, tampaknya berhati-hati dalam menyetujui setiap asumsi yang diajukan. Keputusan final mengenai asumsi dasar sektor ESDM untuk RAPBN 2026 diharapkan akan segera diumumkan setelah melalui proses pembahasan lebih lanjut. Kejelasan angka-angka ini sangat penting untuk menentukan arah kebijakan pemerintah di sektor energi dan sumber daya mineral pada tahun depan.


