Chapnews – Nasional – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan klarifikasi terkait pengunduran diri ratusan guru Sekolah Rakyat. Beredar kabar bahwa hal ini disebabkan oleh masalah upah atau insentif yang rendah. Namun, Mendikdasmen menegaskan hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Dalam keterangannya usai menghadiri Rakornas Pembentukan Karakter Anak Bangsa di Jakarta, Kamis (31/7), Mu’ti menyatakan bahwa sebagian besar guru mengundurkan diri karena jarak tempat tugas yang terlalu jauh dari domisili mereka. "Kalau kemarin yang disampaikan itu sebagian karena domisilinya jauh. Kemudian yang kedua, ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri," jelasnya.
Mu’ti menambahkan bahwa laporan terkait pengunduran diri para guru tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan bahwa permasalahan ini telah terselesaikan dan posisi guru yang mengundurkan diri telah terisi oleh guru pengganti. "Soal guru itu kemarin sudah dilaporkan ke Pak Presiden. Soal guru yang mengundurkan diri disampaikan ke kami juga, sudah ada penggantinya, dan sudah dilaporkan Pak Menteri Sosial kepada Pak Presiden. Insya Allah tidak ada masalah," ujarnya.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf sebelumnya, Selasa (29/7), menyatakan bahwa lebih dari 50 ribu guru siap menggantikan posisi guru yang mengundurkan diri setelah melalui proses seleksi dan penempatan. "Sudah banyak yang siap untuk menggantinya, karena ada 50.000 lebih guru yang telah mengikuti proses pendidikan profesi guru yang belum mendapatkan penempatan," ungkap Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf.
Data terakhir yang diterima Mensos menunjukkan sebanyak 140 guru Sekolah Rakyat mengundurkan diri dari total lebih dari 1.500 guru yang telah ditempatkan. Jarak lokasi tugas yang jauh dari domisili menjadi alasan utama pengunduran diri mereka. Pemerintah telah menyiapkan pengganti dari kalangan guru yang belum mendapatkan penempatan. "Sehingga Insya Allah nanti yang mengundurkan diri itu kita hormati karena sebagian besar alasannya terlalu jauh dari domisili," pungkas Gus Ipul.



