Chapnews – Nasional – Ratusan ribu jemaah selawat nariyah dari berbagai penjuru tanah air membanjiri Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dalam gelaran Haul Masyayikh yang penuh khidmat baru-baru ini. Dalam lautan manusia yang bersatu dalam doa, harapan untuk Indonesia yang lebih baik menggema kuat, diiringi lantunan selawat yang tak henti.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Haul Masyayikh, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan mulia. "Pertama, kami mendoakan para ulama, tokoh masyarakat, dan kiai se-Nusantara yang telah berpulang, memohon berkah dari perjuangan mereka. Kedua, tentu saja, kami bersama-sama mendoakan agar bangsa Indonesia senantiasa diberkahi dan menjadi lebih baik," ungkap Rio kepada awak media di lokasi.

Prosesi doa dan zikir akbar tersebut dipimpin langsung oleh sosok karismatik, KHR Moh Kholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo. Ribuan jemaah, termasuk para pengasuh pondok pesantren terkemuka di Jawa Timur, datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Kalimantan, hingga pelosok Nusantara, menunjukkan antusiasme yang luar biasa.
Momen paling dinanti salah satunya adalah kehadiran ulama muda kharismatik, KH Muhammad Abdur Rahman Al Kautsar, atau akrab disapa Gus Kautsar. Putra Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri ini, dengan gaya khasnya, mengajak seluruh jemaah untuk konsisten mengamalkan selawat nariyah. "Amalan ini adalah kunci kemudahan dalam meraih cita-cita, serta penangkal kemelaratan dan kelemahan," tegas Gus Kautsar.
Ia bahkan membocorkan "rahasia" di balik keistimewaan selawat nariyah. "Dinamakan nariyah karena setiap permohonan kita insya-Allah akan cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak perlu berlebihan, cukup istiqamah membaca 11 kali dalam sehari, insya-Allah rekening kita tidak akan ada habisnya," ujarnya disambut riuh jemaah.
Gus Kautsar juga mengingatkan bahwa sebagai manusia, kita mendambakan keselamatan di dunia dan akhirat. "Kita seringkali khilaf, mudah tergoda, dan lalai. Namun, dengan memperbanyak selawat, insya-Allah kita akan selamat dan diampuni segala dosa oleh Allah SWT," imbuhnya, menekankan pentingnya amalan ini sebagai jembatan menuju ampunan ilahi.
Sejumlah tokoh penting dan pejabat publik turut meramaikan acara ini, menunjukkan betapa besarnya gaung Haul Masyayikh. Di antara mereka terlihat Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, KH Moh Zuhri Zaini; mantan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas; Bupati Bondowoso KH Abd Hamid Wahid; serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan deretan tokoh masyarakat lainnya. Kehadiran mereka semakin mempertegas makna kebersamaan dan harapan yang terpancar dari Situbondo untuk kemajuan bangsa.


