Chapnews – Nasional – Jakarta – Sejarah baru terukir di jalan tol Indonesia. PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan rekor volume kendaraan tertinggi sepanjang sejarah arus mudik di Tanah Air. Fenomena luar biasa ini terjadi pada puncak arus mudik, Rabu (18/3), menunjukkan antusiasme masyarakat yang tak terbendung untuk pulang kampung.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa puncak volume lalu lintas mudik yang dilayani oleh Jasa Marga mencapai angka mencengangkan, yakni 270.315 kendaraan. Jumlah ini bukan hanya melonjak 98,3 persen dari kondisi normal, tetapi juga melampaui puncak mudik tahun lalu sebesar 4,6 persen. Angka fantastis tersebut merupakan akumulasi dari lalu lintas yang melintasi empat Gerbang Tol (GT) utama: GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), serta GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).

"Tidak hanya yang keluar melalui empat gerbang tol utama, kami juga mencatat rekor tertinggi dalam melayani arus lalu lintas yang menuju Jalan Tol Trans Jawa selama ini, yang mencapai 175.754 kendaraan. Angka ini meningkat 6 persen dibandingkan dengan puncak mudik tahun lalu," jelas Rivan dalam keterangan tertulisnya.
Meski jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tol Jasa Marga Group mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, Rivan menegaskan bahwa kondisi lalu lintas dapat dikendalikan dengan baik berkat strategi rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara efektif. Kepadatan memang terpantau terjadi di Jalan Layang MBZ serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah. Namun, untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga bersama Kepolisian telah sigap memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari satu lajur menjadi tiga lajur, hingga penerapan one way nasional dari KM 70 hingga KM 414.
"Volume kendaraan yang melintas di kedua ruas tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengoperasiannya, namun berhasil kami kelola," sambung Rivan.
Sesuai dengan skenario rekayasa lalu lintas yang telah dipersiapkan, kepadatan ditargetkan dapat terurai secara maksimal dalam waktu 1×12 jam. Hasilnya, pada Kamis (19/3) pukul 11.00 WIB, kondisi lalu lintas dilaporkan telah kembali lancar dengan kecepatan rata-rata kendaraan yang kembali normal. Jasa Marga berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai decision support system yang mendukung keputusan rekayasa lalu lintas yang diputuskan oleh pihak Kepolisian sesuai kondisi terkini di lapangan.
Lebih lanjut, Rivan turut mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik dengan lebih cermat. Ia menyarankan agar pemudik menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3 Lebaran). Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan diskon tarif tol yang akan diberlakukan pada periode arus balik, yakni mulai tanggal 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 27 Maret 2026 pukul 00.00 WIB.
"Sebagaimana pada arus mudik, Jasa Marga kembali mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan arus balik guna mendukung kelancaran arus lalu lintas. Hal ini penting agar pengalaman perjalanan selama mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi lebih aman dan nyaman bagi semua," pungkas Rivan.


