Chapnews – Ekonomi – Badan Kepegawaian Negara (BKN) baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan: 1.967 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengundurkan diri setelah proses optimalisasi formasi. Angka ini menjadi sorotan, menimbulkan pertanyaan besar: instansi mana yang paling banyak ditinggalkan para CPNS?
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menjelaskan kebijakan optimalisasi ini bertujuan menghindari formasi kosong. CPNS yang awalnya gagal di formasi pilihannya, ditawarkan posisi di instansi lain dengan formasi yang sesuai dan masih tersedia. Contohnya, CPNS yang tak lolos seleksi Dosen Sosiologi di Universitas Negeri Jember, ditawarkan posisi serupa di Universitas Nusa Cendana yang kekurangan pendaftar.

Namun, tak semua CPNS menerima tawaran tersebut. Berbagai alasan melatarbelakangi penolakan, mulai dari jarak penempatan yang jauh dari domisili hingga kendala kesehatan. Dari total 16.167 CPNS yang masuk proses optimalisasi, 12 persen atau 1.967 orang memilih mengundurkan diri.
"Jika tidak ada optimalisasi, akan ada lebih dari 16.000 formasi kosong. Ini memboroskan anggaran negara," ujar Zudan. Ia bersyukur 88 persen formasi yang tadinya kosong berhasil terisi.
Kendati demikian, identitas instansi dengan jumlah pengunduran diri CPNS terbanyak masih menjadi misteri. Faktor lokasi penempatan yang jauh, ketidaksesuaian ekspektasi, dan masalah pribadi diduga menjadi penyebab utama fenomena ini. Daftar lengkap instansi tersebut hingga kini belum dipublikasikan oleh BKN, meninggalkan publik penasaran. Chapnews.id akan terus berupaya menggali informasi lebih lanjut terkait hal ini.



