Oleh: Taufik Fajar, Jurnalis chapnews.id | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:10 WIB
Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ambisius, dipatok pada kisaran Rp17.500 per dolar AS dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Penetapan ini menjadi salah satu pilar utama dalam proyeksi ekonomi makro pemerintah ke depan, menandai optimisme dan strategi fiskal yang progresif.

Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Dalam pidatonya, Presiden tidak hanya fokus pada nilai tukar, tetapi juga menggarisbawahi serangkaian indikator makroekonomi yang menjadi fondasi penyusunan anggaran negara.
"Pertumbuhan ekonomi 2027 kita targetkan mencapai 6 persen, angka ini lebih tinggi dari target APBN 2026 yang sebesar 5,4 persen. Inflasi akan kita jaga ketat pada kisaran 2,5 persen. Sementara itu, suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan berada di angka 6,9 persen, dan nilai tukar rupiah kita proyeksikan stabil di kisaran Rp17.500 per 1 dolar," papar Presiden Prabowo, seperti dikutip dari laporan chapnews.id.
Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen menunjukkan optimisme pemerintah yang kuat terhadap pemulihan dan akselerasi ekonomi nasional. Angka ini mencerminkan keyakinan bahwa berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan akan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif, mendorong sektor-sektor produktif, serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Peningkatan target ini dari 5,4 persen di tahun 2026 mengindikasikan dorongan signifikan untuk mencapai pertumbuhan yang lebih robust.
Selain itu, menjaga inflasi pada kisaran 2,5 persen adalah indikator kuat komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Inflasi yang terkendali menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang prediktif dan mendukung kesejahteraan. Proyeksi suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,9 persen juga memberikan gambaran mengenai ekspektasi pasar terhadap kondisi keuangan negara dan imbal hasil investasi, yang penting bagi perencanaan investasi jangka panjang.
Penetapan asumsi rupiah di level Rp17.500 per dolar AS bukan sekadar angka, melainkan sebuah patokan strategis yang akan memandu berbagai kebijakan fiskal dan moneter. Ini menunjukkan pemerintah memiliki pandangan yang jelas mengenai stabilitas mata uang di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Meskipun target ini terbilang ambisius, pemerintah menegaskan kesiapannya untuk melakukan langkah-langkah strategis guna mencapainya, demi menjaga kepercayaan investor dan masyarakat.
Secara keseluruhan, proyeksi ekonomi makro dalam RAPBN 2027 ini mencerminkan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Dengan asumsi yang terukur dan target yang jelas, diharapkan fondasi ekonomi negara akan semakin kokoh menghadapi berbagai tantangan global di masa mendatang, serta mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

