Chapnews.id – Pasar modal Indonesia tengah menghadapi dinamika yang cukup tajam dalam sepekan terakhir. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dengan penurunan signifikan sebesar 3,09 persen hingga menyentuh level 6.241, sejumlah saham justru menunjukkan performa luar biasa dengan lonjakan harga yang fantastis. Fenomena ini menciptakan kontras yang mencolok antara pergerakan indeks secara keseluruhan dengan kinerja emiten-emiten tertentu di lantai bursa.
Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), tekanan jual yang masif selama pekan perdagangan 21-25 September 2026 telah menggerus kapitalisasi pasar secara drastis. Nilai kapitalisasi pasar tercatat merosot sebesar Rp361 triliun, sehingga kini berada di angka Rp10.905 triliun. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif yang cukup kuat di pasar modal dalam periode tersebut.

Menariknya, jika menilik aktivitas investor, terdapat perbedaan arah yang kontras antara pemain domestik dan asing. Investor lokal justru menunjukkan sikap optimis dengan mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp3,16 triliun. Secara detail, investor domestik melakukan pembelian senilai Rp41,08 triliun dan melakukan penjualan senilai Rp37,92 triliun. Sebaliknya, investor asing justru melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp3,16 triliun atau setara dengan USD176,53 juta, dengan total nilai jual mencapai Rp21,97 triliun berbanding nilai beli sebesar Rp18,81 triliun.
Di tengah badai penurunan indeks, daftar saham top gainers menjadi sorotan karena mampu mencetak keuntungan tinggi. Salah satu yang paling mencolok adalah saham FORU yang mengalami lonjakan harga sangat agresif, yakni sebesar 133,72 persen, dari harga Rp154 menjadi Rp360. Tak kalah impresif, saham TRUK juga mencatatkan penguatan tajam sebesar 81,69 persen, bergerak dari Rp1.420 ke level Rp2.580.
Beberapa emiten lain yang turut meroket di tengah tekanan pasar antara lain adalah INTD yang naik 67,48 persen menjadi Rp412, serta UNSP yang menguat 63,11 persen ke posisi Rp336. Selain itu, saham WAPO juga mencatatkan kenaikan 51,72 persen menjadi Rp352. Pergerakan positif juga terlihat pada saham SMLE yang naik 34,29 persen ke Rp282 dan ASLI yang menguat 34,25 persen menjadi Rp486.
Melengkapi daftar pemenang pekan ini, saham MBTO naik 33,77 persen menjadi Rp206, MPXL meningkat 31,33 persen ke level Rp218, dan PKPK menguat 29,65 persen menjadi Rp5.575. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi pasar secara umum sedang lesu, peluang keuntungan masih terbuka lebar bagi investor yang jeli melihat pergerakan saham-saham yang memiliki momentum penguatan kuat.

