Chapnews – Ekonomi – Indonesia semakin serius memperkuat implementasi ekonomi sirkular berbasis masyarakat, dengan program inovatif pengolahan sampah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) yang tidak hanya membersihkan lingkungan tetapi juga membuka keran pendapatan baru bagi warga. Transformasi limbah menjadi kasgot (bekas maggot) dan pupuk organik cair (POC) ini membuktikan potensi besar ekonomi hijau di tingkat akar rumput.
Mamit Setiawan, Sekretaris Perusahaan PLN EPI, menegaskan bahwa inisiatif maggot BSF merupakan perwujudan nyata komitmen perusahaan dalam mengatasi isu lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, transisi menuju keberlanjutan harus diawali dari solusi yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari warga. Program ini, yang telah berjalan hampir dua tahun sejak diluncurkan pada 2024, merupakan hasil kolaborasi apik antara PLN EPI dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) di Desa Karangasem, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengelolaannya dipercayakan kepada Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem, menunjukkan model kemitraan yang efektif.

Mamit menambahkan, "Program maggot BSF ini adalah bukti konkret bahwa sampah organik, yang seringkali dianggap masalah, sebenarnya dapat diubah menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi. Ini sekaligus memperkuat fondasi ekonomi sirkular di Indonesia." Ia berharap model sukses ini dapat terus direplikasi dan dikembangkan di berbagai wilayah, sehingga dampaknya semakin meluas dan dirasakan oleh lebih banyak komunitas, seperti dikutip dari chapnews.id.
Dari sisi masyarakat, Ketua Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem, Riyanta, mengungkapkan perubahan paradigma yang signifikan. Ia menuturkan, "Dulu, sampah organik hanya dipandang sebagai limbah yang merepotkan. Kini, berkat program ini, pandangan itu bergeser drastis. Masyarakat mulai melihat sampah sebagai aset berharga yang memiliki potensi ekonomi." Selain lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, warga juga merasakan manfaat langsung berupa penghematan biaya pakan ternak, ketersediaan pupuk organik berkualitas, serta peningkatan pendapatan bagi kelompok pengelola.
Inisiatif ini bukan hanya sekadar program pengelolaan sampah, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan yang berhasil menciptakan lingkaran ekonomi positif. Dengan mengubah limbah menjadi berkah, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan sejahtera melalui pendekatan ekonomi sirkular yang inklusif.


