Chapnews – Ekonomi – Proyek ambisius pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) yang digagas oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) diprediksi akan membawa angin segar bagi ketahanan energi Indonesia di masa depan.
Pengamat kebijakan dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Hafiz Elfiansya Parawu, menilai bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan investor dalam proyek ini menjadi kunci keberhasilan. Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya solusi pengelolaan sampah yang efektif, tetapi juga strategi jitu untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Hafiz menambahkan, dengan menggandeng investor dari dalam dan luar negeri, BPI Danantara membuka peluang transfer teknologi yang lebih luas, mempercepat ketersediaan pendanaan, dan meminimalkan risiko pembiayaan. "Keterlibatan berbagai sumber investasi akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap proyek waste to energy di Indonesia, sekaligus mendorong proyek-proyek yang lebih besar dan berkelanjutan," ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Penerapan teknologi waste to energy dinilai sebagai langkah maju dalam mengurangi volume sampah nasional secara signifikan, mengurangi tekanan pada lahan tempat pembuangan akhir (TPA), serta menghasilkan sumber energi alternatif yang stabil dan ramah lingkungan.
Meski demikian, Hafiz mengingatkan bahwa proyek waste to energy membutuhkan investasi besar, biaya operasional yang tinggi, serta jaminan pasokan sampah yang berkualitas dan konsisten. Potensi emisi dan tantangan regulasi juga menjadi perhatian penting. "Tanpa tata kelola yang baik dan dukungan kebijakan yang kuat, manfaat waste to energy tidak akan optimal dalam mengatasi masalah sampah nasional," pungkasnya.



