Ads - After Header

Siaga Banjir Lahar Semeru

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Bencana banjir lahar dingin yang menerjang kawasan lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memicu respons cepat dari pemerintah pusat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan langkah-langkah darurat guna memitigasi dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Tim gabungan melakukan proses identifikasi dan inventarisasi secara mendalam pada Senin (2/11/2026) untuk memetakan sejauh mana kerusakan infrastruktur sumber daya air akibat terjangan material vulkanik tersebut. Langkah ini krusial dilakukan guna menentukan strategi penanganan yang tepat serta memastikan kebutuhan logistik dan alat berat tersedia di titik-titik rawan.

Siaga Banjir Lahar Semeru
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Bencana ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur kawasan puncak dan lereng Gunung Semeru, serta wilayah di sepanjang aliran sungai pada Senin dini hari. Berdasarkan data teknis dari BBWS Brantas, akumulasi curah hujan tercatat mencapai angka 134,6 mm dalam rentang waktu pengamatan pukul 00.00 hingga 06.30 WIB. Lonjakan volume air ini mengakibatkan debit aliran sungai meningkat drastis dan membawa material vulkanik dengan ukuran berkisar antara 25 hingga 65 mm.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat dalam menangani dampak bencana ini. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada daerah yang terdampak guna mempercepat proses pemulihan.

"Kementerian PU berkomitmen penuh untuk menangani dampak bencana ini dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang kami miliki. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak," ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya pada Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan awal di lapangan, banjir lahar dingin tersebut telah menyebabkan kerusakan pada beberapa titik infrastruktur vital. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah tertimbunnya tanggul beton pengendali banjir dan lahar (proyek VDRRSL S4 KD 3) oleh material vulkanik yang sangat tebal. Selain itu, ditemukan pula kerusakan pada tiga bangunan sabo dam serta tanggul sungai yang terletak di bawah jembatan gantung akibat fenomena pengikisan atau scouring yang hebat.

Pemerintah akan segera mengerahkan alat-alat berat ke lokasi untuk membersihkan material vulkanik yang menyumbat aliran sungai dan merusak tanggul. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir susulan yang lebih besar jika hujan kembali mengguyur kawasan tersebut. Masyarakat di sekitar aliran sungai Semeru dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari petugas terkait selama masa tanggap darurat berlangsung.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer