Ads - After Header

Siap-siap Terbang Hemat! Harga Tiket Bisa Turun!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Kabar gembira bagi para pelancong! Penurunan harga avtur yang berlaku mulai 1 Agustus 2026 membuka lebar peluang tarif tiket pesawat menjadi lebih kompetitif dan terjangkau. Merespons dinamika ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera melakukan penyesuaian terhadap batas maksimal fuel surcharge atau biaya tambahan akibat fluktuasi harga bahan bakar, yang kini ditetapkan paling tinggi 30 persen dari tarif batas atas untuk angkutan udara niaga berjadwal domestik.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menjelaskan bahwa penyesuaian ini didasari oleh rata-rata harga avtur nasional per 1 Agustus 2026 yang tercatat di angka Rp21.892 per liter. Evaluasi tersebut mengacu pada ketentuan yang termaktub dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026, yang mengatur besaran Biaya Tambahan (Fuel Surcharge) untuk tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

Siap-siap Terbang Hemat! Harga Tiket Bisa Turun!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengevaluasi berbagai komponen pembentuk tarif angkutan udara. Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan krusial antara keterjangkauan harga tiket bagi masyarakat luas dan keberlanjutan operasional maskapai penerbangan.

Menurut Lukman, evaluasi fuel surcharge ini dilakukan secara berkala, mengikuti perkembangan harga avtur nasional yang ditetapkan oleh penyedia bahan bakar penerbangan. Dengan adanya tren penurunan harga avtur, besaran maksimal biaya tambahan yang dapat dikenakan oleh maskapai pun turut disesuaikan, memberikan ruang bagi maskapai untuk menawarkan harga yang lebih menarik.

Meski demikian, Kemenhub menekankan bahwa batas maksimal 30 persen tersebut bukanlah kewajiban mutlak bagi seluruh maskapai. Maskapai penerbangan tetap memiliki fleksibilitas penuh untuk menetapkan tarif di bawah batas maksimum tersebut, menyesuaikannya dengan strategi bisnis masing-masing serta kondisi pasar yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat memicu persaingan sehat antar maskapai, yang pada akhirnya akan menguntungkan konsumen dengan pilihan tiket pesawat yang lebih bervariasi dan ramah di kantong.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer