Chapnews – Ekonomi – Sebuah insiden kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu malam. Meski kobaran api sempat menimbulkan kekhawatiran, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan pasokan gas elpiji untuk masyarakat Bekasi dan sekitarnya tetap aman serta tidak akan mengalami gangguan.
Susanto August Satria, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, menegaskan bahwa insiden ini tidak akan memengaruhi ketersediaan LPG bagi warga. "Kami sampaikan bahwa dengan adanya insiden ini, pasokan LPG pada warga tidak terganggu, terutama untuk wilayah yang menjadi cakupan dari SPBE ini," ujar Susanto.

SPBE yang dikelola oleh pihak swasta ini memiliki peran vital dalam distribusi LPG, melayani sekitar tiga wilayah di Kabupaten Bekasi. Susanto menjelaskan, SPBE berfungsi sebagai titik pengisian LPG curah ke mobil-mobil agen, yang kemudian mendistribusikannya ke berbagai pangkalan di masyarakat.
Investigasi Penyebab Kebakaran Dimulai
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh insiden kebakaran tersebut. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.30 hingga 21.00 WIB itu masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
Susanto menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan pemicu api sebelum investigasi menyeluruh dilakukan. "Yang pasti, setelah dilakukan clearing area, akan dilakukan investigasi bersama aparat berwenang, tim Pertamina, dan tim SPBE untuk mencari tahu penyebabnya," jelas Susanto.
Pertamina Jamin Penanganan Korban dan Dampak
Selain fokus pada investigasi, Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen penuh untuk menelusuri dan mengidentifikasi korban serta rumah warga yang terdampak akibat insiden ini. Susanto memastikan bahwa penanganan medis bagi korban serta perbaikan kerusakan rumah yang diakibatkan oleh kebakaran akan ditanggung sepenuhnya. "Tim surveilans dari Pertamina bersama SPBE akan menelusuri siapa saja yang menjadi korban," tandasnya, menunjukkan keseriusan dalam penanganan dampak sosial dari kejadian ini.


