Chapnews.id – Upaya memperkuat fondasi ekonomi melalui literasi keuangan terus digencarkan di tanah air. Menyadari pentingnya peran generasi muda dalam ekosistem pasar modal, MNC Sekuritas kembali menunjukkan komitmennya dengan sukses menyelenggarakan program edukasi investasi tahunan bertajuk "Having Fund 2026". Program ini dirancang khusus untuk membekali masyarakat, terutama kaum muda, dengan pemahaman mendalam mengenai instrumen reksa dana.
Mengangkat tema inspiratif "Mindset Baru, Masa Depan Baru", rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga menjadi gerakan masif untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Selama satu bulan penuh, tepatnya sejak awal hingga akhir Oktober 2026, program ini digelar melalui kombinasi metode tatap muka dan daring guna menjangkau audiens yang lebih luas.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi strategis yang melibatkan berbagai pihak. MNC Sekuritas menggandeng 10 Manajer Investasi (MI) ternama serta memanfaatkan jaringan 17 Galeri Investasi (GI) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berada di bawah binaan mereka. Sinergi yang kuat ini terbukti efektif, terbukti dengan antusiasme peserta yang menembus angka lebih dari 3.300 orang dari berbagai latar belakang.
Direktur Utama MNC Sekuritas, Susy Meilina, memberikan apresiasi yang mendalam atas kerja keras seluruh mitra yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan sekuritas, pengelola dana, dan institusi pendidikan melalui Galeri Investasi adalah kunci utama dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada 10 Manajer Investasi dan 17 Galeri Investasi BEI yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Having Fund 2026. Kami sangat percaya bahwa edukasi pasar modal bukanlah tanggung jawab satu entitas saja, melainkan sebuah misi kolektif yang memerlukan konsistensi dan kerja sama antarpihak," ujar Susy dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Susy menekankan bahwa tujuan utama dari program ini bukan sekadar mempromosikan produk-produk investasi yang ada di pasar. Fokus utamanya adalah membangun pola pikir (mindset) yang benar bagi para calon investor. Ia ingin memastikan bahwa generasi penerus bangsa tidak hanya sekadar ikut-ikutan tren, tetapi benar-benar memahami profil risiko dan mampu menyusun strategi perencanaan keuangan jangka panjang.
"Kami ingin memastikan generasi muda memiliki pemahaman yang komprehensif, mampu mengenali risiko yang ada, dan menjadikan investasi sebagai instrumen penting dalam merancang masa depan mereka yang lebih cerah," tambahnya.
Melalui inisiatif seperti Having Fund 2026, diharapkan angka literasi keuangan di Indonesia dapat terus merangkak naik, sehingga masyarakat tidak mudah terjebak dalam investasi bodong dan mampu memanfaatkan pasar modal secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka di masa depan.

