Ads - After Header

Strategi Berani Danantara Kejar Laba Triliunan

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Langkah drastis tengah diambil oleh Danantara Indonesia dalam melakukan transformasi besar-besaran terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Demi menyelamatkan keuangan negara dan mengejar target keuntungan yang fantastis, otoritas terkait telah mengambil keputusan ekstrem dengan menutup ratusan perusahaan pelat merah yang selama ini dianggap sebagai beban finansial.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data terbaru, Danantara telah mengeksekusi penutupan terhadap 364 perusahaan BUMN yang dinilai terus mengalami kerugian atau tidak lagi efisien dalam menjalankan operasionalnya. Langkah "pembersihan massal" ini dilakukan untuk menghentikan kebocoran anggaran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan memastikan setiap entitas di bawah naungan negara memiliki daya saing yang kuat.

Strategi Berani Danantara Kejar Laba Triliunan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa tindakan tegas ini merupakan bagian dari perombakan struktur korporasi paling masif dalam sejarah Indonesia. Fokus utamanya adalah menyaring perusahaan mana saja yang benar-benar sehat secara finansial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan negara.

"Danantara telah berhasil merampingkan dan menutup 364 perusahaan BUMN yang merugi atau tidak efisien. Tujuannya adalah menyederhanakan total 1.074 perusahaan agar nantinya hanya tersisa di bawah 200 entitas saja," ujar Dony dalam forum Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) di Jakarta.

Dony menambahkan bahwa restrukturisasi skala besar ini memiliki target yang sangat ambisius. Dengan memangkas perusahaan-perusahaan yang "sakit", Danantara optimis dapat mengejar target laba bersih konsolidasi mencapai angka Rp360 triliun pada tahun ini. Hal ini diharapkan dapat mengubah wajah BUMN dari yang semula sering menjadi beban APBN, menjadi mesin pencetak keuntungan yang tangguh.

Dalam upaya mencapai efisiensi tersebut, Danantara menerapkan strategi penataan portofolio yang terbagi ke dalam empat pilar utama. Salah satu pilar yang paling menonjol adalah konsolidasi atau merger. Melalui strategi ini, perusahaan-perusahaan yang memiliki lini bisnis serupa akan dilebur menjadi satu entitas tunggal agar lebih fokus dan kuat.

Beberapa langkah merger yang sedang dan akan berjalan meliputi penyatuan 23 kawasan industri menjadi satu entitas besar, serta penggabungan 5 manajer investasi menjadi satu wadah. Di sektor kesehatan, 60 rumah sakit milik BUMN akan dikelola di bawah satu induk perusahaan. Begitu pula di sektor pariwisata, di mana 120 hotel akan dipersatukan dalam satu payung manajemen.

Sektor jasa keuangan juga tidak luput dari perampingan. Sebanyak 16 perusahaan asuransi akan diciutkan menjadi hanya tiga jenis utama, yakni asuransi jiwa, umum, dan kredit. Selain itu, perusahaan sekuritas juga akan dirampingkan menjadi hanya dua entitas. Sebagian besar dari proses integrasi ini ditargetkan rampung pada akhir tahun ini guna mempercepat pencapaian target laba nasional. Melansir laporan dari chapnews.id, langkah ini dipandang sebagai upaya serius pemerintah untuk menciptakan ekosistem BUMN yang lebih ramping, lincah, dan menguntungkan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer