Ads - After Header

Strategi Besar Telkom Rampingkan 50 Anak Usaha

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Raksasa telekomunikasi nasional, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, tengah mengambil langkah berani untuk melakukan transformasi besar-besaran dalam struktur organisasinya. Perusahaan pelat merah ini secara resmi mengumumkan percepatan program penyederhanaan atau streamlining terhadap puluhan entitas anak usahanya. Langkah strategis ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang.

Dalam rencana ambisius tersebut, Telkom memproyeksikan penyelesaian penataan terhadap 50 entitas anak usaha. Sebagai langkah awal, perusahaan tengah mengakselerasi proses penyederhanaan bagi 26 entitas anak usaha yang dijadwalkan tuntas pada semester kedua tahun 2026. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh portofolio perusahaan menjadi lebih ramping, efisien, dan fokus pada sektor-sektor yang paling menguntungkan.

Strategi Besar Telkom Rampingkan 50 Anak Usaha
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menegaskan bahwa percepatan ini merupakan bentuk respons cepat terhadap arahan dari para pemegang saham. Menurutnya, manajemen berkomitmen untuk mengeksekusi program ini dengan disiplin tinggi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan bisnis.

"Arahan dari pemegang saham kami maknai sebagai mandat untuk bergerak lebih cepat. Namun, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Setiap entitas yang ada saat ini sedang kami evaluasi secara mendalam. Kami melihat apakah unit bisnis tersebut masih relevan dengan inti bisnis kami, apakah memberikan kontribusi nyata bagi nilai grup, serta bagaimana prospek masa depannya," ujar Nanang saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Lebih lanjut, Nanang menjelaskan bahwa fokus utama dari proses streamlining ini bukan sekadar mengejar angka atau kuantitas pengurangan jumlah anak perusahaan. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan portofolio TelkomGroup yang lebih sehat secara finansial dan operasional. Dengan struktur yang lebih ramping, sumber daya perusahaan dapat dialokasikan secara lebih efektif pada empat segmen bisnis utama.

Saat ini, Telkom tengah melakukan proses delayering atau penyederhanaan lapisan bisnis menjadi empat pilar utama, yakni Business to Consumer (B2C), B2B Infrastructure, B2B ICT, serta segmen International. Melalui pengelompokan ini, setiap unit operasi (Operating Company) diharapkan dapat bergerak lebih lincah dalam merespons dinamika pasar yang sangat cepat berubah.

Penataan portofolio ini juga dipandang sebagai peluang emas bagi Telkom untuk menggali potensi nilai bisnis yang selama ini mungkin belum tergarap secara optimal. Dengan struktur yang lebih terfokus, Telkom berharap dapat membuka lebih banyak pintu kemitraan strategis dan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi bagi para pemangku kepentingan.

Transformasi menuju model Strategic Holding ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang perusahaan. Langkah ini diharapkan menjadi mesin penggerak utama bagi Telkom dalam mengejar target valuasi perusahaan yang sangat fantastis, yakni menembus angka lebih dari Rp550 triliun pada tahun 2030 mendatang. Melalui efisiensi dan fokus bisnis yang tajam, Telkom optimis dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar di industri digital global.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer