Ads - After Header

Strategi Cerdas Petani Hadapi El Nino

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Fenomena El Nino yang memicu musim kemarau berkepanjangan kini tengah menjadi momok menakutkan bagi sektor pertanian di berbagai wilayah Indonesia. Kekeringan ekstrem yang melanda menyebabkan pasokan air menyusut drastis, sehingga banyak lahan pertanian produktif terpaksa dibiarkan telantar karena tidak mampu menyokong kebutuhan air tanaman pangan pada umumnya. Namun, di tengah ancaman krisis air tersebut, sejumlah petani justru menemukan celah untuk tetap menjaga produktivitas ekonomi mereka melalui komoditas yang berbeda.

Alih-alih menyerah pada keadaan, para petani mulai beralih ke budidaya tembakau sebagai solusi cerdas menghadapi cuaca ekstrem. Tembakau dikenal sebagai tanaman yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi kering dan tidak memerlukan irigasi intensif seperti tanaman padi atau palawija lainnya. Hal inilah yang membuat tembakau menjadi primadona baru di tengah ancaman kemarau panjang yang melanda.

Strategi Cerdas Petani Hadapi El Nino
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Salah satu pelaku usaha tani, Katino, mengungkapkan bahwa perubahan strategi tanam ini merupakan langkah adaptif yang sangat krusial. Menurutnya, jika petani hanya terpaku pada tanaman konvensional, maka musim kemarau akan menjadi periode kerugian karena lahan tidak bisa diolah sama sekali.

"Dulu, setiap kali musim kemarau tiba, lahan kami biasanya menganggur. Kami terpaksa menunggu hingga musim hujan datang agar bisa kembali menanam. Namun, sekarang kami sadar bahwa tembakau bisa menjadi penyelamat karena kebutuhan airnya jauh lebih sedikit dibandingkan tanaman lain," ujar Katino saat diwawancarai pada Selasa (22/9/2026).

Perjalanan Katino dalam menekuni dunia pertanian ini pun tergolong unik. Ia bukanlah petani turun-temurun. Sebelum memutuskan untuk terjun sepenuhnya ke dunia agribisnis, Katino menjalani profesi sebagai seorang sopir truk. Ketertarikannya pada dunia tembakau muncul secara otodidak melalui proses belajar langsung dari para petani senior di lingkungannya.

Sejak mulai serius menekuni budidaya tembakau pada tahun 2019, Katino merasakan sendiri bagaimana komoditas ini mampu memberikan stabilitas pendapatan, terutama saat kondisi iklim tidak menentu. Baginya, tembakau bukan sekadar tanaman, melainkan instrumen bertahan hidup di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Fenomena ini menunjukkan adanya pola adaptasi yang menarik di tingkat akar rumput. Petani tidak lagi hanya pasrah pada siklus alam, tetapi mulai melakukan diversifikasi tanaman berdasarkan karakteristik iklim yang sedang terjadi. Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain agar tetap mampu menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga petani meskipun dihantam oleh fenomena El Nino yang ekstrem. Melansir informasi dari laman chapnews.id, keberhasilan adaptasi ini sangat bergantung pada pengetahuan petani mengenai karakteristik tanaman yang tahan kekeringan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer