Ads - After Header

Terkuak! Chatib Basri Ungkap Sisi ‘Gampang’ Jadi Menkeu, Tapi…

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, baru-baru ini melontarkan pandangan menarik mengenai esensi tugas seorang Menteri Keuangan. Menurutnya, secara teknis, pekerjaan di balik meja Kementerian Keuangan itu "sangat gampang" karena lingkup pilihannya yang fundamental dan terbatas. Namun, di balik kesederhanaan instrumen yang tersedia, implementasinya justru menjadi medan perang yang kompleks, terutama ketika berhadapan dengan realitas politik dan kondisi ekonomi terkini.

Berbicara di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026), Chatib Basri menjelaskan bahwa meskipun neraca keuangan negara tampak rumit, pilihan strategis yang dapat diambil seorang Menkeu pada dasarnya hanya bermuara pada tiga instrumen utama. "Tugas dari Menteri Keuangan itu sebetulnya sangat gampang, dia hanya punya opsi tiga hal, naikkan, potong, pinjam. As simple as that, ini balance sheet enggak bisa diapa-apain," tegas Chatib, seperti dikutip dari chapnews.id. Ini berarti, setiap keputusan fiskal pada akhirnya hanya berkisar pada upaya menaikkan pendapatan negara, memotong pengeluaran, atau mencari sumber pembiayaan melalui utang.

Terkuak! Chatib Basri Ungkap Sisi 'Gampang' Jadi Menkeu, Tapi...
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, penerapan ketiga opsi tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian saat ini. Menaikkan pendapatan negara melalui pajak, misalnya, dipandang kurang tepat karena berisiko menekan daya beli masyarakat yang sedang berjuang. Sementara itu, opsi menambah utang juga bukan pilihan bijak mengingat suku bunga global yang masih tinggi, yang secara otomatis akan membuat biaya dana menjadi sangat mahal. "Masa di dalam situasi ini pajak mesti dinaikkan atau menambah utang? Siapa yang kalau mau pinjam uang sekarang cost of fund-nya akan jadi sangat mahal," tambahnya.

Untuk mengatasi kebuntuan tersebut, Chatib Basri menyarankan pemerintah untuk melakukan rasionalisasi anggaran secara progresif. Salah satu langkah konkret yang disebutkannya adalah pemangkasan subsidi yang dinilai tidak tepat sasaran. Pendekatan ini dianggap sebagai jalan paling realistis untuk menyehatkan fiskal negara tanpa harus membebani struktur utang jangka panjang. "Maka opsi yang paling mungkin itu adalah opsi tiga: cut the spending selectively. Jadi solusinya adalah bahwa fiskalnya itu kemudian harus di-rationalize untuk address isu itu. Jadi mungkin bisa dilakukan combined revenue, misalnya dengan cut subsidized," jelasnya lebih lanjut.

Di balik perhitungan angka-angka dan instrumen ekonomi tersebut, tersembunyi tantangan terbesar yang seringkali berseberangan dengan prinsip dasar ekonomi: realitas politik. Chatib Basri menyoroti bahwa seringkali sebuah kebijakan yang secara teknis benar dan diperlukan justru sulit dieksekusi. Hal ini disebabkan adanya kekhawatiran terhadap hilangnya dukungan publik atau popularitas politik bagi para pengambil keputusan. Inilah yang membuat tugas seorang Menteri Keuangan, yang secara fundamental "gampang" dalam pilihan opsinya, menjadi sangat kompleks dan penuh dilema dalam praktiknya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer