Ads - After Header

Terkuak! Impor Ilegal Tekstil Hancurkan Peluang Ekspor RI

Ahmad Dewatara

Terkuak! Impor Ilegal Tekstil Hancurkan Peluang Ekspor RI

Chapnews – Ekonomi – Sabtu, 28 Februari 2026 – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, melontarkan sorotan tajam terhadap maraknya impor ilegal produk tekstil, khususnya dari Tiongkok. Praktik curang ini dinilai tidak hanya merusak pasar domestik melalui dumping, tetapi juga secara serius menghambat upaya Indonesia memanfaatkan tarif ekspor 0% ke Amerika Serikat untuk komoditas tekstil dan produk tekstil (TPT).

Ditemui di kediamannya di Jakarta Pusat, Anindya Bakrie menegaskan bahwa penanganan impor ilegal ini memerlukan pendekatan khusus. "Impor ilegal dari Tiongkok ini benar-benar harus ditanggulangi secara khusus. Atau dari negara manapun juga, penanganannya mesti khusus. Karena ini sudah bukan lagi sekadar dumping, ini adalah dumping ilegal," ujarnya dengan nada prihatin.

Terkuak! Impor Ilegal Tekstil Hancurkan Peluang Ekspor RI
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Anindya juga menyoroti syarat krusial di balik pembebasan tarif 0% untuk ekspor sektor tekstil ke AS. Manfaat ini sangat bergantung pada seberapa besar volume impor bahan baku seperti kapas dan serat buatan yang berasal dari Amerika Serikat. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri tekstil nasional.

"Apabila kapasnya berasal dari Amerika, dan kemudian diekspor, tentu saja pengekspor Indonesia akan mendapatkan manfaat tarif 0 persen tersebut," jelas Anindya. Namun, ia menekankan bahwa volume impor bahan baku seharusnya tidak menjadi isu utama. Yang terpenting adalah daya saing produk yang akan diekspor di pasar global.

"Intinya, semua produk harus kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan serta permintaan pasar. Jika nanti ada impor atau ekspor, namun hasilnya tidak kompetitif, ya tidak akan laku juga," pungkasnya, menggarisbawahi pentingnya inovasi dan kualitas.

Senada dengan Anindya, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, sebelumnya juga telah mengungkapkan kekhawatirannya. Menurut Redma, target volume impor bahan baku akan sulit terpenuhi akibat rendahnya tingkat utilitas industri dalam negeri.

"Utamanya karena pasar dalam negeri kita dibanjiri oleh produk impor ilegal dan praktik dumping, sehingga para produsen terpaksa menurunkan tingkat utilisasi pabrik mereka," terang Redma, menggambarkan dampak langsung dari serbuan produk tak berizin dari Tiongkok yang membanjiri Tanah Air. Situasi ini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan dan pertumbuhan industri tekstil nasional.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer