Chapnews – Nasional – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz akhirnya mengungkap dalang di balik insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Papua, pada Rabu lalu. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Yahukimo disebut sebagai pelaku utama penyerangan yang menewaskan dua pilot tersebut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa penyerangan brutal itu dilakukan oleh KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah yang beroperasi di Yahukimo. "Pelaku KKB yang dari Yahukimo. KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah," ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis.

Meski demikian, identitas spesifik para pelaku penembakan belum diungkap ke publik. Tim gabungan dari aparat keamanan saat ini masih terus melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok bersenjata tersebut. "Masih diburu," tegas Yusuf, mengindikasikan operasi penegakan hukum masih berlangsung.
Insiden tragis ini sebelumnya dilaporkan oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito. Ia menjelaskan bahwa pesawat jenis Cessna dengan nomor registrasi PK-SNR itu lepas landas dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT dengan tujuan Koroway Batu.
Setibanya di lokasi tujuan sekitar pukul 11.00 WIT, pesawat yang diawaki oleh Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro itu langsung menjadi sasaran tembak kelompok tak dikenal. Informasi awal penembakan diterima oleh Polres Boven Digoel dari kantor Bandara Tanah Merah.
Cahyo menjelaskan, aksi penembakan brutal tersebut dilakukan dari arah hutan yang berada di samping area Bandara Koroway Batu. Akibat serangan tersebut, kedua pilot pesawat nahas itu dipastikan tewas. "Pada pukul 13.27 WIT, Polres Boven Digoel mendapat informasi adanya korban jiwa akibat penyerangan yaitu dua orang yang diduga adalah Pilot dan Kopilot," pungkasnya, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Aparat terus berupaya keras untuk menangkap para pelaku dan mengamankan wilayah dari ancaman KKB.



