Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Momen pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idulfitri selalu dinanti oleh banyak pihak. Namun, di tengah gejolak ekonomi global yang dipicu konflik geopolitik dan ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), urgensi pengelolaan keuangan yang bijak menjadi sorotan utama bagi masyarakat. Kekhawatiran akan lonjakan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar pasca-Lebaran, sebagai imbas dari fluktuasi harga minyak dunia, menuntut kewaspadaan ekstra. Dengan jeda waktu yang cukup panjang hingga gaji bulanan berikutnya tiba, memastikan THR tidak menguap begitu saja menjadi prioritas.
Fenomena peningkatan perilaku konsumtif yang lazim terjadi selama bulan Ramadan dan perayaan Lebaran, wajib diantisipasi. Strategi perencanaan keuangan yang komprehensif adalah fondasi utama agar alokasi THR dapat memberikan manfaat maksimal dan menjaga stabilitas finansial jangka panjang.

Menyikapi tantangan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui edukasi keuangannya, telah membagikan beberapa panduan penting untuk mengelola THR secara efektif, mencegah pemborosan, dan memastikan dana tersebut bertahan hingga gaji berikutnya. Berikut adalah sejumlah strategi kunci yang bisa diterapkan, seperti dikutip dari chapnews.id:
-
Prioritaskan Kebutuhan Esensial. Mayoritas alokasi THR, disarankan sekitar 50%, hendaknya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok selama periode Lebaran. Ini mencakup pengeluaran untuk bahan makanan, persiapan perayaan hari raya, serta biaya perjalanan mudik bagi yang merayakannya. Pengalokasian ini memastikan kebutuhan dasar terpenuhi tanpa membebani keuangan pasca-Lebaran.
-
Investasikan untuk Masa Depan. Sekitar 30% dari total THR sangat dianjurkan untuk disisihkan ke dalam pos tabungan, pembentukan dana darurat, atau bahkan dialokasikan untuk instrumen investasi. Langkah proaktif ini krusial dalam membangun benteng ketahanan finansial pribadi di tengah lanskap ekonomi yang penuh ketidakpastian. Dana darurat akan menjadi penyelamat saat terjadi kebutuhan mendesak, sementara investasi dapat menumbuhkan aset di masa mendatang.
Dengan menerapkan strategi pengelolaan THR yang disiplin ini, masyarakat tidak hanya dapat menikmati momen Lebaran tanpa beban finansial berlebih, tetapi juga menjaga stabilitas keuangan hingga periode gajian berikutnya, bahkan di tengah tantangan ekonomi global.


