Chapnews – Ekonomi – Menanggapi lonjakan harga daging sapi yang terpantau mencapai kisaran Rp160.000 hingga Rp180.000 per kilogram di sejumlah titik penjualan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah sigap. Otoritas pangan nasional ini berjanji akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna menstabilkan kembali harga komoditas strategis tersebut di tingkat konsumen.
I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, menjelaskan bahwa fokus utama adalah mempercepat rantai distribusi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar pasokan daging sapi dapat menjangkau konsumen dengan lebih efisien, sekaligus menekan harga yang kini memberatkan masyarakat.

Dalam upaya konkret, Ketut menyebutkan bahwa Bapanas akan menggandeng Perumda Pasar Jaya serta dua BUMN yang diamanahi tugas impor daging sapi dan kerbau beku, yaitu Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). "Kami akan terus berkoordinasi intensif dengan Perumda Pasar Jaya, Berdikari, dan PPI untuk segera mempercepat distribusi dan menstabilkan harga daging sapi. Ini adalah langkah krusial yang kami harap dapat segera menormalkan kondisi pasar," tegas Ketut, seperti dikutip dari pernyataan resminya yang diterima chapnews.id baru-baru ini.
Ketut lebih lanjut memaparkan bahwa langkah-langkah ini merupakan strategi jangka pendek pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga sekaligus meredam gejolak harga di pasaran. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak mentolerir praktik-praktik spekulatif oleh pelaku usaha yang sengaja memicu kenaikan harga demi keuntungan pribadi.

