Chapnews.id – Kabar terbaru datang bagi para pemilik kendaraan bermotor di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Memasuki hari ini, Rabu, 23 September 2026, terdapat dinamika perubahan harga pada sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipasarkan oleh PT Pertamina Patra Niaga. Penyesuaian harga ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat yang tengah mengatur anggaran pengeluaran harian mereka.
Berdasarkan pantauan terbaru, Pertamina telah melakukan langkah penyesuaian harga, khususnya pada lini produk BBM nonsubsidi. Perubahan harga ini merupakan dampak dari fluktuasi pasar energi global yang memengaruhi struktur biaya operasional penyedia bahan bakar. Sejumlah produk unggulan seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, hingga Dexlite mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Jika menilik rinciannya, kenaikan paling mencolok terlihat pada Pertamax Turbo. Produk bahan bakar dengan oktan tinggi ini kini dibanderol seharga Rp19.600 per liter, melonjak dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp18.300 per liter. Tidak hanya itu, bagi pengguna kendaraan mesin diesel, kenaikan juga terasa pada produk Dexlite yang kini menyentuh angka Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex mengalami kenaikan dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter.
Selain lini produk tersebut, Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian. Produk ramah lingkungan ini mengalami kenaikan sebesar Rp2.550, sehingga harga per liternya kini menjadi Rp19.150 dari sebelumnya Rp16.600.
Meski lini nonsubsidi mengalami kenaikan, kabar baik datang bagi pengguna BBM jenis Pertamax reguler dan BBM subsidi. Harga Pertamax tetap stabil di angka Rp15.950 per liter. Begitu pula dengan BBM subsidi yang menjadi tumpuan masyarakat luas, yakni Pertalite yang tetap dipatok pada harga Rp10.000 per liter, serta Biosolar yang masih bertahan di harga Rp6.800 per liter. Pemerintah pun telah memberikan jaminan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga penghujung tahun 2026, meskipun kondisi minyak mentah dunia sedang tidak menentu.
Menanggapi perubahan ini, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa setiap penyesuaian harga dilakukan dengan mengikuti formula resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Penentuan harga tersebut tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi makro.
"Penyesuaian ini mengacu pada formula pemerintah dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar, pajak, serta faktor relevan lainnya, termasuk menjaga tingkat daya beli masyarakat pengguna BBM tersebut," ujar Kitty dalam keterangannya di Jakarta.
Kitty juga menegaskan bahwa meskipun ada perubahan harga pada produk nonsubsidi, komitmen Pertamina untuk menjaga kualitas produk dan layanan kepada konsumen tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan juga mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam memilih jenis bahan bakar. Sangat disarankan agar konsumen menggunakan produk BBM yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan masing-masing guna menjaga performa mesin tetap optimal dan menghindari kerusakan jangka panjang. Informasi lengkap mengenai harga ini dapat terus dipantau melalui kanal resmi Pertamina atau melalui laman chapnews.id.

