Chapnews – Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengingatkan generasi Z untuk waspada terhadap iming-iming "cuan instan" yang marak beredar di platform digital. Tawaran investasi dengan janji keuntungan cepat ini, menurut OJK, menyimpan risiko tinggi bahkan berpotensi penipuan. Hal ini disampaikan dalam Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2025 yang digelar di berbagai kampus.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. Ia menjelaskan, investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat seringkali merupakan jebakan. "Generasi muda harus dibekali pemahaman agar tidak mudah terjebak informasi menyesatkan," tegas Inarno.

SEPMT 2025 menjadi salah satu upaya OJK untuk meningkatkan literasi investasi di kalangan mahasiswa. Program ini bertujuan agar mereka memahami seluk-beluk pasar modal dan memilih instrumen investasi yang aman dan terawasi. OJK mendorong generasi muda untuk berinvestasi di pasar modal yang resmi dan terregulasi, sebagai alternatif membangun keuangan yang berkelanjutan.
Meskipun pasar modal menawarkan potensi keuntungan, OJK mengingatkan pentingnya memahami risiko yang melekat. Pemahaman yang komprehensif tentang investasi, termasuk potensi keuntungan dan kerugian, menjadi kunci keberhasilan. Dengan literasi yang memadai, diharapkan generasi Z dapat menghindari tawaran investasi instan yang berisiko dan memilih strategi investasi yang terencana dan bijak. OJK berharap melalui SEPMT, semakin banyak anak muda yang cerdas dalam berinvestasi dan terhindar dari jebakan investasi bodong.


