Ads - After Header

Waspada! Pasar Modal RI Perkuat Benteng Digital dari Hacker

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Pasar modal Indonesia mengambil langkah proaktif dan strategis dalam menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks. Upaya mitigasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) dan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), sebuah kolaborasi krusial di tengah proyeksi kerugian global akibat serangan siber yang fantastis, mencapai sekitar USD10,5 triliun.

Ancaman siber bukan lagi isapan jempol belaka, melainkan realitas yang mengintai berbagai sektor vital. Mayoritas kerugian finansial yang diperkirakan tersebut berasal dari serangan ransomware dan pelanggaran data yang menargetkan sektor-sektor krusial seperti jasa keuangan, kesehatan, dan manufaktur. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerugian finansial semata, tetapi juga mencakup biaya pemulihan sistem yang mahal, potensi pertanggungjawaban hukum, hingga kerusakan reputasi merek yang sulit dipulihkan di mata publik dan nasabah.

Waspada! Pasar Modal RI Perkuat Benteng Digital dari Hacker
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Tentu itu belum termasuk kerusakan reputasi dari sebuah merek yang berkaitan dengan perlindungan data nasabah atau konsumen," tegas Ketua Umum ADIGSI, Firlie Ganinduto, pada Senin (29/6/2026). Firlie menambahkan bahwa kerja sama ini sangat vital mengingat peran strategis pasar modal sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional, yang memerlukan perlindungan maksimal dari segala bentuk ancaman digital.

Melalui MoU ini, ADIGSI akan meluncurkan Executive Cyber Resilience Assessment Program. Program ini dirancang sebagai langkah awal bagi perusahaan efek untuk mengevaluasi dan mengukur tingkat kesiapan siber mereka secara komprehensif. Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup pendampingan intensif untuk memperkuat keamanan siber di setiap perusahaan efek, serta pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di pasar modal. CSIRT akan bertugas khusus dalam mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan sistem dari berbagai insiden serangan siber, memastikan operasional pasar modal tetap aman dan stabil.

Langkah antisipatif ini menunjukkan komitmen kuat pasar modal Indonesia untuk menjaga integritas sistem dan melindungi data serta investasi para nasabah dari berbagai ancaman digital yang terus berkembang. Dengan penguatan keamanan siber secara menyeluruh, diharapkan pasar modal dapat terus beroperasi secara aman dan stabil, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (Sumber: chapnews.id)

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer