Ads - After Header

Wastra Jogja Menembus Tren Fesyen Modern

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Berawal dari sebuah ide sederhana di tengah masa pandemi, sebuah usaha kreatif kini berhasil mengubah wajah wastra tradisional Yogyakarta menjadi produk fesyen modern yang diminati banyak kalangan. Melalui brand Jogjastory, Sri Utami membuktikan bahwa kekayaan budaya lokal tidak hanya bisa disimpan di museum, tetapi juga bisa tampil modis dalam gaya hidup urban masa kini.

Perjalanan Jogjastory dimulai saat Sri Utami merasakan kebutuhan akan pakaian yang nyaman namun tetap bergaya saat melakukan aktivitas luar ruangan, khususnya bersepeda. Pada saat itu, ia menciptakan kemeja dengan gaya kasual dan urban yang dirancang khusus untuk kenyamanan maksimal. Dengan sistem pre-order, produk pertamanya ini ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Wastra Jogja Menembus Tren Fesyen Modern
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Melihat potensi pasar yang terus tumbuh, Sri tidak ingin berhenti hanya pada satu jenis produk. Di bawah naungan PT Jayasri Samahita Utama, ia mulai melakukan transformasi besar-besaran. Pada tahun 2023, ia resmi mengurus legalitas usahanya dan memperluas lini produk Jogjastory. Kini, Jogjastory bukan lagi sekadar produsen kemeja, melainkan sebuah label fesyen yang mengangkat narasi budaya Yogyakarta melalui media kain.

Keunikan utama Jogjastory terletak pada bagaimana mereka mengolah motif. Setiap desain tidak diambil secara sembarangan, melainkan melalui proses kreatif yang mendalam. Motif-motif yang mengangkat cerita khas daerah Yogyakarta digambar secara manual melalui lukisan tangan, kemudian didigitalisasi agar dapat diaplikasikan secara presisi pada kain katun organik. Langkah ini memastikan bahwa setiap helai pakaian memiliki jiwa dan cerita di dalamnya.

Tak hanya menggunakan katun organik, Sri juga merangkul para perajin lokal untuk menghadirkan kain lurik dalam koleksinya. Kolaborasi ini menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas. Salah satu produk yang menjadi primadona pelanggan adalah outer, yang dianggap sangat fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kesempatan, mulai dari acara formal hingga santai.

Dalam upaya memperluas jangkauan pasar, Jogjastory menerapkan strategi pemasaran yang komprehensif. Produk mereka kini tersedia melalui sistem konsinyasi di berbagai hotel berbintang dan galeri seni di Yogyakarta. Selain itu, kehadiran di dunia digital melalui platform seperti Tokopedia, Shopee, Instagram, hingga WhatsApp membuat pelanggan dari luar Pulau Jawa pun dapat dengan mudah memiliki koleksi mereka.

Untuk mendukung kelancaran transaksi, terutama saat mengikuti berbagai pameran fesyen, Sri memanfaatkan kemudahan teknologi finansial. Penggunaan QRIS dari BRI menjadi solusi praktis bagi pelanggan untuk melakukan pembayaran secara cepat dan aman. Meski saat ini baru didukung oleh tiga orang pekerja, tantangan terbesar Jogjastory adalah meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pasar yang terus melonjak. Melalui dukungan program seperti linkumkm by BRI, usaha mikro seperti Jogjastory diharapkan dapat terus naik kelas dan membawa wastra nusantara ke panggung yang lebih luas.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer