Pekan Emas IHSG: Meroket 6,1%, Pasar RI Gempar!
Chapnews – Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja luar biasa pada pekan perdagangan 6-10 April 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan, menguat 6,14 persen, dan berhasil ditutup di level 7.458,496. Kenaikan fantastis ini juga diiringi dengan rekor kapitalisasi pasar yang menembus angka Rp13.189 triliun, menandakan gairah investor yang kembali membara di pasar modal Tanah Air.

Penguatan IHSG ini bukan tanpa alasan. Dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di 7.026,782, lompatan ini menunjukkan sentimen positif yang kuat dari para pelaku pasar. Aktivitas transaksi harian di BEI juga melonjak drastis, mencerminkan peningkatan kepercayaan dan partisipasi investor. Rata-rata volume transaksi harian meningkat 24,81 persen, mencapai 32,28 miliar lembar saham dari sebelumnya 25,87 miliar lembar pada pekan lalu.
Tak hanya volume, nilai transaksi harian juga ikut terkerek naik. Rata-rata nilai transaksi harian membengkak 17,26 persen menjadi Rp17,32 triliun, dari Rp14,77 triliun pada pekan sebelumnya. Frekuensi transaksi harian pun tak ketinggalan, tumbuh 15,05 persen menjadi 2,05 juta kali transaksi, dari 1,78 juta kali. Data impresif ini, seperti dikutip dari keterangan resmi BEI yang diterima chapnews.id pada Sabtu (11/4/2026), mengindikasikan likuiditas pasar yang sangat sehat.
Peningkatan paling mencolok terlihat pada kapitalisasi pasar BEI, yang melonjak 7,18 persen dari Rp12.305 triliun menjadi Rp13.189 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan nilai perusahaan tercatat secara keseluruhan yang signifikan. Di sisi lain, investor asing menunjukkan minat beli dengan mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp193,87 miliar selama periode tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa secara kumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp37,14 triliun.
Kinerja impresif IHSG dan pasar modal Indonesia pekan ini memberikan sinyal positif bagi perekonomian nasional. Lonjakan transaksi dan kapitalisasi pasar menjadi indikator kepercayaan investor yang semakin menguat, meskipun pergerakan investor asing secara tahunan masih perlu dicermati lebih lanjut untuk melihat tren jangka panjang.


