Banten Geger! Sungai Ciujung Menghitam, Bau Menyengat!
Chapnews – Nasional – Warga Kabupaten Serang, Banten, kini dihadapkan pada pemandangan miris dan aroma tak sedap dari aliran Sungai Ciujung. Sungai vital ini diduga kuat mengalami pencemaran serius, ditandai dengan perubahan warna air menjadi hitam pekat dan bau menyengat yang mengganggu. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten telah bergerak cepat, memulai investigasi mendalam untuk mengungkap sumber dan skala pencemaran yang mengancam ekosistem serta kesehatan masyarakat sekitar, demikian dilaporkan chapnews.id.

Fenomena ini bukan sekadar perubahan visual biasa. Warna hitam pekat yang menyelimuti permukaan sungai, ditambah dengan bau busuk yang menusuk hidung, telah menimbulkan keresahan di kalangan penduduk setempat. Banyak yang menduga, kondisi ini merupakan akumulasi dari pembuangan limbah yang tidak bertanggung jawab selama bertahun-tahun.
Menanggapi aduan masyarakat yang terus berdatangan, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Banten, Wawan Wahyudi, menyatakan pihaknya telah membentuk tim khusus. "Kasus pencemaran di Sungai Ciujung ini kami duga bersifat kumulatif, bukan insiden tunggal. Oleh karena itu, sebelum kami turun langsung ke lokasi pekan depan, kami sedang mematangkan analisis awal dengan fokus pada tiga aspek kunci untuk memastikan akar permasalahan yang sebenarnya," jelas Wawan di Serang, Senin (22/6).
Investigasi DLHK Banten akan berpusat pada tiga pilar utama:
- Analisis Kualitas Air (BOD dan COD): Tim akan mengkaji ulang data sampel air, termasuk rekam jejak dari tahun-tahun sebelumnya. Hasil analisis sementara menunjukkan parameter Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) di perairan tersebut berada pada level yang sangat tinggi, mengindikasikan beban organik dan anorganik yang masif, serta berpotensi besar melampaui baku mutu air yang ditetapkan.
- Identifikasi Sumber Kumulatif Limbah: Pemetaan spesifik akan dilakukan untuk memilah kontribusi berbagai jenis limbah. Penelusuran ini krusial untuk memastikan seberapa besar persentase limbah yang berasal dari aktivitas domestik atau rumah tangga, dibandingkan dengan limbah buangan dari sektor industri yang beroperasi di sepanjang bantaran sungai.
- Pemeriksaan Debit Air dan Sedimentasi: Aspek ini akan meneliti volume dan pergerakan debit air Sungai Ciujung saat ini. DLHK menduga, kondisi aliran air yang cenderung statis atau minim pergerakan telah meniadakan efek ‘flushing’ atau pembilasan alami. Akibatnya, limbah terus mengendap, menebal, dan menyebabkan sedimentasi parah di dasar sungai, memperparah kondisi pencemaran.
Wawan menambahkan, meskipun investigasi internal telah berjalan, partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan. "Kami tetap mendorong masyarakat yang terdampak langsung untuk segera melayangkan aduan resmi. Informasi dari pelapor sangat krusial sebagai landasan penanganan administratif dan penegakan hukum yang lebih lanjut," pungkasnya.

