Jurus Ampuh Said Iqbal: Danantara Siap Selamatkan Perusahaan Bangkrut!
Chapnews – Ekonomi – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mendesak Danantara Indonesia untuk mengintensifkan perannya dalam menanggulangi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Ia secara spesifik meminta Danantara untuk menjadi garda terdepan dalam menyuntikkan modal atau memfasilitasi pembiayaan bagi perusahaan-perusahaan yang sedang terhuyung-huyung di ambang kebangkrutan, melalui jaringan Bank Himbara.

Permintaan strategis ini disampaikan Iqbal sebagai bagian dari upaya kolektif mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada perlindungan tenaga kerja dan stabilitas ekonomi nasional. "Semua pihak harus mendukung kebijakan Presiden Prabowo untuk menghindari terjadinya PHK," tegas Said Iqbal saat ditemui di Wisma Danantara baru-baru ini. "Danantara diharapkan mengambil peran sesuai tugasnya, baik melalui penyertaan modal maupun mendorong akses pembiayaan bagi perusahaan yang masih sehat."
Iqbal menjelaskan, target intervensi ini bukanlah entitas bisnis yang sudah kehilangan arah atau prospek pasar, melainkan perusahaan yang menghadapi tekanan likuiditas akut atau kekurangan modal kerja yang menghambat operasional. Dengan suntikan dana segar, diharapkan perusahaan-perusahaan ini dapat kembali berdenyut, menggerakkan roda produksi, dan yang terpenting, mempertahankan ribuan pekerjanya dari ancaman PHK.
Salah satu contoh konkret yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut adalah PT Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin) yang berlokasi di Mojokerto. Said Iqbal mengungkapkan bahwa Danantara akan memprakarsai dorongan kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mengucurkan pinjaman modal kerja sekitar Rp400 miliar. Pendanaan ini akan diberikan setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi finansial dan kelayakan usaha PT Pakerin.
PT Pakerin dinilai masih memiliki fundamental yang kuat, termasuk aset yang memadai sebagai jaminan dan prospek pasar yang menjanjikan di industri kertas. Jika skema pendanaan ini berhasil direalisasikan, perusahaan berpotensi besar untuk kembali mempekerjakan sekitar 2.700 individu, termasuk para mantan karyawan yang sebelumnya terpaksa dirumahkan akibat dampak PHK. Langkah ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan perusahaan, tetapi juga mengembalikan harapan bagi ribuan keluarga pekerja, sekaligus menjaga roda perekonomian daerah tetap berputar.


