Ads - After Header

Ahmad Dewatara

Defisit APBN 2026 Tembus Rp196,5 T, Menkeu: Tetap Aman!

Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Laporan terbaru menunjukkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia hingga paruh pertama tahun 2026 mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun. Angka ini setara dengan 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Meski terjadi peningkatan dibandingkan posisi bulan Mei 2026, pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa kondisi fiskal negara tetap terjaga dan berada dalam batas aman yang telah ditetapkan.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam keterangannya, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan APBN. Ia menjamin defisit APBN akan tetap terkendali di bawah batas maksimal 3 persen terhadap PDB, sebuah indikator kunci stabilitas fiskal. "Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen," ujar Purbaya, seperti dikutip dari Chapnews – Ekonomi – pada Senin (13/7/2026). Ia menambahkan, rasio utang pemerintah juga masih berada di angka sekitar 40 persen terhadap PDB, yang menurutnya "masih berada dalam kategori yang pruden."

Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai perkembangan defisit APBN 2026 yang menjadi perhatian publik:

1. Defisit APBN Mencapai Rp196,5 Triliun
Salah satu sorotan utama adalah realisasi defisit APBN hingga akhir Juni 2026 yang mencapai Rp196,5 triliun, atau 0,76 persen dari PDB. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan posisi bulan Mei 2026 yang tercatat Rp180,4 triliun (0,70 persen terhadap PDB). Namun, secara tahunan, kinerja defisit menunjukkan perbaikan signifikan. Pada Semester I 2025, defisit APBN berada di angka 0,84 persen terhadap PDB, yang berarti terjadi penurunan menjadi 0,76 persen pada periode yang sama tahun ini.

"Defisit APBN Semester I 2026 tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali," jelas Purbaya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

2. Pendapatan Negara Tumbuh 21,4 Persen
(Informasi lebih lanjut mengenai poin ini tidak tersedia dalam data yang diberikan.)


Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer