Ads - After Header

Ahmad Dewatara

Geger! Budi Arie Desak Prabowo Sikat Korupsi Elite!

Chapnews – Nasional – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, melontarkan seruan tegas kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk melancarkan operasi pemberantasan korupsi yang tak pandang bulu, khususnya dengan menyapu bersih praktik rasuah yang bercokol di lingkaran pusat kekuasaan. Pernyataan berani ini disampaikan Budi Arie dalam acara ulang tahun ke-12 Projo yang digelar secara sederhana di kantor mereka, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu lalu.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Budi Arie, yang akrab disapa Muni, menggarisbawahi ironi pejabat yang lantang mengklaim berjuang demi rakyat, namun pada akhirnya justru terjerat dalam pusaran tindak pidana korupsi. "Sekarang banyak yang bilang untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga. Benar, enggak?" tanya Budi Arie retoris di hadapan para hadirin. "Karena itulah kita harus tegaskan, kalau mau pemberantasan korupsi, ya harus disapu dari sekitar pusat kekuasaan," imbuhnya dengan nada penuh penekanan.

Menurutnya, adalah sebuah kemustahilan bagi pemerintah untuk mengklaim gencar memberantas korupsi namun pada saat yang sama menutup mata terhadap praktik serupa yang merajalela di kalangan elit. Projo, tambahnya, memiliki komitmen tak tergoyahkan untuk senantiasa berdiri di garis terdepan membela kepentingan dan aspirasi rakyat.

Organisasi relawan yang loyal ini juga menegaskan dukungan penuhnya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menggapai visi ambisius Indonesia Emas 2045. "Dan semua itu perlu kiprah, perlu kontribusi, perlu pengabdian dari kita semua tanpa terkecuali sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing," papar Budi Arie, menyerukan partisipasi kolektif.

Menyikapi program-program pemerintahan, Budi Arie berpandangan bahwa gagasan yang diusung Prabowo sejatinya tidak mengandung kekeliruan. Namun, ia menyoroti bahwa kendala kerap muncul pada fase eksekusi dan implementasi di lapangan yang kerap menyimpang, sehingga tak jarang memicu gelombang kritik dan tanda tanya besar di benak masyarakat. "Kesalahan ini bukan kesalahan idenya, tetapi adalah eksekusinya dan praktiknya yang menyimpang, dan tentu saja membuat masyarakat menjadi kritis dan bertanya-tanya," jelasnya.

Acara HUT ke-12 Projo sendiri berlangsung dalam suasana yang intim dan sederhana, hanya dihadiri oleh pengurus inti serta puluhan anggota relawan. Sebuah detail menarik, perayaan tersebut minim dari kehadiran spanduk atau baliho besar yang menampilkan gambar Presiden Jokowi maupun Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Hanya siluet foto Jokowi yang secara permanen terpasang pada logo Projo di bagian depan kantor. Ketika dikonfirmasi mengenai absennya visual pemimpin tersebut, Budi Arie menjawab santai, "Ada. Ini kan cuma logo saja. Semuanya logonya ada kok," merujuk pada siluet Jokowi yang terpasang permanen di logo Projo, seperti dilansir chapnews.id.


Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer