Chapnews – Nasional – Wilayah perairan Bitung, Maluku Utara, masih terus diguncang rentetan gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ternate mencatat setidaknya 34 gempa susulan hingga Kamis (2/4), memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat yang berada di sekitar pusat gempa.
Kepala Stasiun Geofisika Ternate, Gede Eriksana Yasa, mengonfirmasi bahwa aktivitas seismik ini masih berlangsung dan terus dipantau secara ketat oleh pihaknya. "Gempa susulan terus terjadi, dan kami terus memantau. Sampai sekarang di kantor BMKG Ternate mencatat sampai 34, Pak," ujar Gede dalam siaran CNN TV. Ia menambahkan, meskipun kekuatan gempa susulan tersebut bervariasi, semuanya berada di bawah magnitudo gempa utama yang terjadi pada pagi hari.

Lebih lanjut, Gede Eriksana juga mengungkapkan adanya anomali pada permukaan air laut di pesisir akibat guncangan hebat tersebut. Instrumen pendeteksi tsunami milik BMKG merekam adanya pergerakan air menuju daratan. "Sudah terpantau dari alat Tsunami Gauge BMKG. Air sudah naik. Itu kalau di Ternate, Halmahera Barat, itu setinggi 30 sentimeter," jelasnya.
Meski demikian, kenaikan debit air laut tersebut dipastikan tidak menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan terhadap permukiman warga. Gede memastikan bahwa kondisi di area pantai masih relatif terkendali dari sapuan air. "Ketinggian 30 sentimeter itu tidak menyebabkan adanya kerusakan di Ternate, akibat dari gelombang tsunami," tegasnya, menenangkan warga agar tidak panik berlebihan.
Titik gempa yang berada di laut dengan kedalaman 62 kilometer ini memang sempat berstatus waspada tsunami sesaat setelah kejadian. Namun, BMKG Pusat kemudian mengakhiri peringatan dini tersebut. Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam pesan singkatnya kepada chapnews.id, menyatakan bahwa "Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.6, tanggal: 02-Apr-26 05:48:16 WIB, dinyatakan telah berakhir." Pihak BMKG terus melakukan pemutakhiran data pascaguncangan hebat yang melanda wilayah tersebut.


