Chapnews – Nasional – Tim Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih II telah kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan misi kemanusiaan di Gaza, Palestina. Keberhasilan misi ini ditandai dengan penyaluran bantuan logistik melalui metode airdrop sejak 17 Agustus hingga 9 September 2025. Sebanyak 91,4 ton bantuan atau sekitar 520 bundel telah berhasil dikirimkan menggunakan tiga pesawat Hercules C-130J TNI AU dari Skadron Udara 31. Satgas yang terdiri dari 88 personel, termasuk kru penerbang dan pendukung teknis, disambut langsung oleh KSAU Marsekal Tonny Harjono di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (13/9).
Marsekal Tonny Harjono menekankan bahwa misi ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, yang menunjukkan komitmen nyata Indonesia terhadap solidaritas kemanusiaan internasional. Namun, perjalanan Satgas Garuda Merah Putih II tidak sepenuhnya mulus. Terdapat sekitar 250 ton bantuan yang masih tertahan di Indonesia karena kendala perizinan dari otoritas setempat terkait keamanan dan jadwal operasional di Gaza. Oleh karena itu, atas perintah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Satgas diperintahkan untuk kembali ke Indonesia.

Kolonel Pnb Puguh Yulianto, Komandan Satgas Merah Putih II, mengungkapkan tantangan utama selama misi berlangsung. Penerbangan airdrop dilakukan di area pertempuran, menuntut kehati-hatian dan strategi khusus untuk memastikan keselamatan personel dan keberhasilan penyaluran bantuan. Puguh menambahkan, kerja sama dengan negara lain juga berperan penting dalam mengamankan proses pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut. Keberhasilan misi ini menjadi bukti nyata dedikasi dan profesionalisme TNI AU dalam menjalankan tugas kemanusiaan di tengah situasi yang kompleks.

