Chapnews – Ekonomi – Kembalinya operasional PT Gag Nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, pekan lalu, memantik reaksi dari Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Budi Santoso. Menurut Budi, proyek penambangan yang telah beroperasi seharusnya telah memenuhi standar kelayakan teknis, ekonomi, lingkungan, dan sosial. "Cadangan PT Gag Nikel dan lainnya akan berkontribusi pada inventarisasi cadangan nikel nasional, menjadi modal penting untuk hilirisasi," tegas Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/9/2025).
Budi mengakui, eksploitasi nikel di wilayah sensitif seperti Raja Ampat menghadapi tantangan kompleks. Tantangan teknis, ekonomi, lingkungan, dan sosial harus diatasi. Namun, ia menekankan bahwa semua tantangan tersebut seharusnya sudah diantisipasi dalam studi kelayakan (FS), AMDAL, izin lingkungan, dan dokumen pendukung lainnya.

"Mendapatkan dan menjaga ‘social license to operate’ sangat krusial," lanjut Budi. Ia menambahkan bahwa penerapan praktik pertambangan yang baik (good mining practices) secara ketat dan konsisten, baik selama operasi maupun pasca-operasi, menjadi kunci keberlanjutan proyek ini. Keberhasilan PT Gag Nikel bergantung pada kemampuannya memenuhi semua persyaratan tersebut.



