Chapnews – Nasional – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mengalami kendala di Sleman, Yogyakarta. Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Blambangan, Jogotirto, Berbah, terpaksa menghentikan sementara operasionalnya mulai Senin (13/05) akibat dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.
Aris, PIC yayasan pengelola SPPG tersebut, mengungkapkan bahwa keterlambatan pencairan dana ini telah berlangsung selama 10 hari. Meskipun sempat berupaya melayani penyaluran MBG, SPPG Jogotirto akhirnya memutuskan untuk berhenti beroperasi karena regulasi melarang penggunaan dana talangan untuk operasional dapur.

Pihak yayasan tengah berupaya mencari tahu penyebab keterlambatan pencairan dana tersebut dengan berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk BGN. Mereka juga menelusuri kemungkinan adanya kesalahan dalam proposal permohonan anggaran. Aris meyakini bahwa keterlambatan ini tidak terkait dengan kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di SPPG tersebut pada Agustus 2025.
Aris berharap agar dana dari pemerintah pusat segera dicairkan demi keberlangsungan program MBG. Ia menekankan bahwa program ini memberikan manfaat besar tidak hanya bagi siswa sekolah, tetapi juga bagi masyarakat dan relawan dapur.
Kepala Regional SPPG DIY, Gagat Widyatmoko, menjelaskan bahwa keterlambatan pengucuran dana disebabkan adanya proses penataan administrasi di BGN terkait Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pencairan. Pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan BGN pusat agar SPPG dapat segera beroperasi kembali. Untuk sementara waktu, SPPG diminta untuk mengkomunikasikan situasi ini dengan baik kepada Kelompok Penerima Manfaat yang dilayani.



