Chapnews – Nasional – Jakarta – Sebuah babak baru dalam kancah perpolitikan nasional terukir dengan resminya mantan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar, Adies Kadir, menempati posisi strategis sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Keputusan ini secara otomatis membuka jalan bagi putrinya, Adela Kanasya Adies, untuk menduduki kursi legislatif yang ditinggalkan sang ayah di Dewan Perwakilan Rakyat. Proses penggantian antar waktu (PAW) ini merujuk pada ketentuan Undang-Undang MD3 Pasal 242, yang menyatakan bahwa anggota yang berhenti akan digantikan oleh calon dari partai politik dan daerah pemilihan yang sama, dengan perolehan suara terbanyak berikutnya.
Penunjukan Adies Kadir sebagai calon hakim MK pengganti Arief Hidayat menuai perhatian publik, mengingat proses persetujuan di Komisi III DPR berlangsung sangat singkat, kurang dari 30 menit. Rapat penetapan yang digelar tanpa pendalaman mendalam oleh anggota dewan ini sempat mengejutkan, terutama setelah Komisi III sebelumnya menyetujui nama Inosentius Samsul pada Agustus 2025. Salah satu anggota Komisi III DPR, Safaruddin, beralasan, "Kan kita sudah kenal beliau," usai rapat di DPR, Senin (26/1), mengindikasikan pengenalan personal menjadi faktor dalam keputusan cepat tersebut.

Berdasarkan data Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, Partai Golkar berhasil mengumpulkan total 245.453 suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur I, yang meliputi Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya, sehingga berhak atas satu kursi di DPR. Adies Kadir sendiri merupakan peraih suara terbanyak di dapil tersebut dengan 147.185 suara, jauh melampaui sembilan caleg lain dari partainya. Sementara itu, posisi kedua dengan perolehan suara terbanyak adalah Adela Kanasya Adies, yang mengantongi 12.792 suara. Sosok Adela, seorang dokter lulusan program Aesthetic Medicine dari Queen Mary University London, kini berada di ambang pintu Senayan untuk melanjutkan estafet politik keluarganya.
Sebelum menjabat sebagai hakim konstitusi, Adies Kadir dikenal sebagai Wakil Ketua DPR aktif dari Fraksi Partai Golkar. Namanya sempat menjadi sorotan publik pada gelombang demonstrasi akhir Agustus 2025 terkait pernyataannya mengenai tunjangan rumah DPR. Insiden tersebut sempat membuatnya dinonaktifkan oleh partainya. Namun, setelah dinyatakan tidak bersalah oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, ia kembali aktif, meskipun sejak saat itu ia jarang tampil di hadapan publik maupun media.
Hingga berita ini ditulis, upaya chapnews.id untuk mengonfirmasi secara langsung kabar PAW Adies Kadir oleh putrinya kepada Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, belum mendapatkan respons.



