Ads - After Header

Ribuan HP Ilegal Disita! Bareskrim Gempur Gudang Jakarta, Perintah Presiden Terbukti!

Ahmad Dewatara

Ribuan HP Ilegal Disita! Bareskrim Gempur Gudang Jakarta, Perintah Presiden Terbukti!

Chapnews – Nasional – Jakarta, chapnews.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri baru-baru ini melancarkan operasi besar-besaran dengan menggerebek lima gudang penyimpanan barang impor ilegal di wilayah Jakarta. Dalam penindakan yang menjadi sorotan publik ini, ribuan unit telepon seluler (HP) ilegal berhasil disita, menandai respons konkret terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas praktik penyelundupan yang merugikan negara.

Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, mengonfirmasi bahwa penggerebekan ini adalah hasil kerja keras Satuan Tugas Penegakan Hukum Penyelundupan. "Satgas Penegakan Hukum Penyelundupan Bareskrim Polri berhasil menyita ribuan handphone ilegal dari 5 gudang," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima chapnews.id. Lokasi kelima gudang tersebut tersebar di dua wilayah strategis Ibu Kota, yakni tiga di antaranya berada di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dan dua lainnya di Cengkareng, Jakarta Barat.

Ribuan HP Ilegal Disita! Bareskrim Gempur Gudang Jakarta, Perintah Presiden Terbukti!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Operasi ini bukan sekadar penindakan rutin, melainkan implementasi langsung dari arahan tegas Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya menutup celah kebocoran keuangan negara yang diakibatkan oleh aktivitas penyelundupan. Ia secara khusus menugaskan jajaran pimpinan tertinggi di bidang keamanan dan keuangan untuk mengambil langkah konkret.

"Sesuai tindak lanjut atas perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas penyelundupan. Celah kebocoran sektor kepabeanan harus ditutup," tegas Brigjen Ade Safri, mengutip kembali semangat instruksi presiden. Prabowo Subianto sebelumnya memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, untuk bersinergi menghentikan praktik ilegal ini.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa masih ada "pekerjaan rumah besar" terkait kebocoran keuangan negara. "Panglima TNI, Kapolri, Menteri Keuangan, Anda punya lembaga-lembaga yang tugasnya untuk menghentikan penyelundupan. Gunakan segala wewenang yang ada pada Anda untuk menegakkan itu," ujar Prabowo, memberikan mandat penuh kepada para pimpinan lembaga tersebut.

Saat ini, penyidik Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus ini. Penyelidikan mendalam dilakukan untuk mengungkap jaringan penyelundupan yang lebih luas dan memastikan semua pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban hukum, demi menutup rapat celah kerugian negara dari sektor kepabeanan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer