Chapnews – Nasional – Jakarta – Ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dipastikan akan memadati area depan Polres Metro Tangerang Kota pada Sabtu (7/2) siang ini. Kedatangan massa Banser ini merupakan wujud protes keras terhadap dugaan kasus penganiayaan yang menimpa salah satu kader mereka, yang disebut-sebut melibatkan nama Habib Bahar Bin Smith.
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang, Midyani, menjelaskan bahwa aksi solidaritas ini akan diisi dengan kegiatan apel dan doa bersama. Acara dijadwalkan berlangsung di hadapan Mapolres Metro Tangerang Kota, dimulai pukul 13.00 WIB hingga tuntas.

Midyani menambahkan, gelombang massa Banser yang akan hadir tidak hanya berasal dari wilayah Kota Tangerang. Kader-kader Banser dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk kontingen dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Provinsi Banten, dilaporkan telah mulai berdatangan sejak Kamis (5/2) kemarin. Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, Rifqi Al Mubarok, dikonfirmasi akan turut hadir dan memimpin langsung jalannya aksi.
Aksi besar-besaran ini, menurut Midyani, merupakan instruksi langsung yang dikeluarkan oleh pimpinan pusat GP Ansor dan Korps Nasional (Kornas) Banser. "Ini adalah instruksi langsung dari pimpinan pusat. Kami teguh berdiri di sisi Rida, kader Banser yang menjadi korban penganiayaan tersebut," tegas Midyani, mengutip pernyataan dari pusat.
Midyani juga menekankan bahwa sepanjang sejarah berdirinya GP Ansor yang telah menginjak usia hampir 90 tahun, organisasi ini belum pernah menggelar aksi unjuk rasa dengan skala sebesar ini. Hal ini mengindikasikan betapa seriusnya kasus penganiayaan terhadap kader Banser tersebut, yang dinilai telah melampaui batas toleransi.
Melalui aksi ini, GP Ansor secara tegas mendesak pihak kepolisian untuk bertindak proaktif dan mengusut tuntas seluruh individu yang terlibat dalam insiden penganiayaan tersebut. Mereka menyerukan agar aparat penegak hukum tidak menunjukkan keraguan sedikit pun dalam menegakkan keadilan.



