Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (6/2/2026) di zona merah, terkoreksi tajam 2,08% ke level 7.935. Penurunan signifikan ini didominasi oleh tekanan jual yang kuat sepanjang sesi, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Tim riset MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa IHSG masih rawan melanjutkan tren koreksi pada pembukaan pekan depan, Senin (8/2/2026).
Penutupan pasar akhir pekan lalu menunjukkan sentimen negatif yang mendalam, menyeret IHSG turun ke bawah level psikologis penting. Kondisi ini, menurut analisis teknikal MNC Sekuritas, mengindikasikan bahwa area koreksi yang telah mereka perkirakan sebelumnya kini telah tercapai. Oleh karena itu, investor disarankan untuk mencermati area koreksi selanjutnya yang diperkirakan berada di rentang 7.712 hingga 7.785.

"Cermati area koreksi selanjutnya yang berada di 7.712-7.785," demikian kutipan dari laporan MNCS Daily Scope yang diterima chapnews.id.
Meskipun demikian, MNC Sekuritas juga tidak menutup kemungkinan adanya potensi penguatan. Apabila IHSG mampu bertahan di atas level support krusial 7.712, maka indeks berpeluang untuk berbalik menguat. Target penguatan tersebut diproyeksikan berada di rentang 8.284 hingga 8.440, memberikan secercah harapan bagi investor yang menantikan pembalikan arah.
Untuk membantu investor dalam mengambil keputusan strategis, MNC Sekuritas merinci level-level penting yang perlu diperhatikan. Level support terdekat IHSG saat ini berada di area 7.712 dan 7.547. Sementara itu, level resistance yang perlu dicermati untuk mengukur potensi kenaikan berada di kisaran 8.214 dan 8.354.
Investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau pergerakan pasar secara cermat di awal pekan, mengingat volatilitas yang mungkin terjadi. Ikuti terus informasi terkini seputar pasar modal melalui kanal resmi chapnews.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.



