Ads - After Header

BBM Lewat! Ini Rahasia Hemat & Ramah Lingkungan!

Ahmad Dewatara

BBM Lewat! Ini Rahasia Hemat & Ramah Lingkungan!

Chapnews – Ekonomi – Indonesia semakin gencar mendorong pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif energi untuk kendaraan. Bukan sekadar pengganti, BBG kini dipandang sebagai standar baru yang menjanjikan performa mesin optimal, efisiensi tinggi, dan dampak lingkungan yang jauh lebih baik dibandingkan Bahan Bakar Minyak (BBM) konvensional.

Keunggulan BBG terletak pada karakteristik teknisnya yang superior. Dengan nilai oktan (Research Octane Number/RON) mencapai 120 hingga 130, BBG memungkinkan mesin beroperasi pada rasio kompresi yang lebih tinggi. Kondisi ini secara langsung meningkatkan efisiensi termal mesin, menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan tenaga yang lebih optimal.

BBM Lewat! Ini Rahasia Hemat & Ramah Lingkungan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Aspek lingkungan menjadi daya tarik utama lainnya. BBG, yang mayoritas kandungannya adalah metana (CH4), menghasilkan emisi karbon sekitar 20% lebih rendah dibandingkan BBM. Selain itu, pembakarannya yang bersih tidak meninggalkan residu pada komponen mesin. Manfaat ganda ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperpanjang usia pakai mesin dan mengurangi frekuensi serta biaya perawatan.

Kekhawatiran akan keamanan juga telah diantisipasi. Kendaraan yang menggunakan BBG dilengkapi dengan tangki khusus berkapasitas hingga 15 liter gas, yang dirancang dengan standar keselamatan internasional yang ketat. Direktur Operasi dan Komersial Gagas, Maisalina, menegaskan bahwa masyarakat tak perlu cemas. "Pemasangan setiap converter kit maupun tangki BBG dilakukan melalui standar keselamatan internasional oleh tenaga ahli yang kompeten," ujarnya dalam keterangan yang diterima chapnews.id. Ia menambahkan, jika terjadi kebocoran, gas akan segera menguap dan terurai di udara, meminimalkan risiko ledakan.

Dari sisi ekonomis, BBG menawarkan harga yang sangat stabil, yakni Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP), berkat sumber gas domestik. Efisiensinya pun patut diperhitungkan, di mana 1 LSP mampu menempuh jarak hingga 10 kilometer. Rata-rata konsumsi harian bervariasi: kendaraan pribadi sekitar 10 LSP, taksi 20 LSP, bajaj dan angkot 15-20 LSP, sementara truk atau bus bisa mencapai 125-165 LSP per hari.

"Dengan berbagai manfaat optimal yang ditawarkan, kami berharap minat masyarakat terhadap BBG akan terus meningkat," kata Maisalina. Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, Gagas berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas dan memperluas layanan BBG agar semakin masif dan menjadi solusi bahan bakar yang andal bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer