Ads - After Header

Menhut Murka! Pembunuh Gajah Tanpa Kepala di Riau Dikejar Habis

Ahmad Dewatara

Menhut Murka! Pembunuh Gajah Tanpa Kepala di Riau Dikejar Habis

Chapnews – Nasional – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meluapkan kemarahan mendalam dan menegaskan tidak akan ada ampun bagi para pelaku pembunuhan sadis seekor gajah yang ditemukan tanpa kepala di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Peristiwa tragis ini, yang terjadi di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), disebut Raja Juli sebagai tindakan keji yang sangat memprihatinkan dan melukai nurani publik.

Gajah jantan berusia diperkirakan lebih dari 40 tahun itu ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan, tanpa kepala dan gading, di Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga. Hasil pemeriksaan awal dan bedah bangkai mengindikasikan adanya trauma kepala berat, kemungkinan akibat luka tembak, yang menguatkan dugaan kuat bahwa satwa dilindungi tersebut menjadi korban perburuan liar yang brutal. Bangkai gajah diperkirakan telah mati sekitar dua minggu sebelum ditemukan pada 2 Februari, yang pertama kali dilaporkan oleh PT RAPP kepada Polres Pelalawan dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Menhut Murka! Pembunuh Gajah Tanpa Kepala di Riau Dikejar Habis
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi insiden brutal ini, Raja Juli Antoni langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi intensif bersama Kapolda Riau, Herry Heryawan, guna memastikan penyelidikan berjalan cepat dan tuntas. "Saya sudah telepon langsung Bapak Kapolda Riau. Beliau sudah turun ke lapangan bersama kepala balai kami untuk menginvestigasi kasus ini," tegas Raja Juli dalam keterangannya pada Senin (9/2). Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi sedikit pun praktik perburuan liar terhadap satwa dilindungi di Indonesia.

"Pesan saya sangat kuat dan jelas, kalau ketemu kita tidak kasih ampun," ujarnya, seraya berharap kasus ini menjadi yang terakhir dan menjadi peringatan keras bagi para pemburu di seluruh penjuru Tanah Air. Raja Juli menambahkan bahwa negara memiliki komitmen kuat untuk melindungi kekayaan hayati, termasuk satwa langka, dan akan menindak tegas siapa pun yang berani melanggar hukum konservasi.

Saat ini, tim gabungan dari kepolisian dan Gakkum Kehutanan tengah memfokuskan upaya pada penelusuran aktor dan jaringan di balik kejahatan ini, termasuk kemungkinan adanya sindikat perburuan terorganisir. Selain penyelidikan forensik yang mendalam, keterangan dari PT RAPP juga diminta untuk memastikan pemenuhan kewajiban perizinan serta perlindungan hutan dan satwa liar di area konsesinya. Pengumpulan alat bukti, penelusuran informasi lapangan, serta kolaborasi lintas instansi terus digencarkan untuk mengungkap tuntas kasus pembunuhan gajah yang sangat sadis ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer